Tondano, Jamkesnews – Untuk meningkatkan pemahaman terkait regulasi terbaru, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondano melakukan sosialisasi kepada peserta Program JKN-KIS segmen badan usaha swasta terkait Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) Dalam Program Jaminan Kesehatan kepada pimpinan/HRD badan usaha wilayah Kabupaten Minahasa pada  hari selasa (19/01) di Manado.

Kegiatan sosisalisasi tersebut di hadiri oleh Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondano, Relationship Officer Kantor Cabang Tondano serta Pimpinan dan HRD dari 50 badan usaha Kabupaten Minahasa.

Miranti Azis selaku Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tondanomengungkapkan rasa terima kasih kepada Badan Usaha yang hadir atas kerja sama yang baik kepada BPJS Kesehatan.

“Saat ini BPJS Kesehatan telah menjalankan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Dengan Asuransi Kesehatan Tambahan Dalam Program Jaminan Kesehatan, dimana regulasi ini sebagai upaya mendukung inti dari amanah Peraturan Presiden No 82 Tahun 2018 pasal 51, yakni peningkatan kelas perawatan (top up) bagi peserta JKN-KIS,” jelas Miranti.

Miranti menambahkan per 1 Januari 2021, BPJS Kesehatan sudah tidak bekerja sama dengan AKT karena sudah tidak diberlakukan Perjanjian Kerja Sama. Untuk ketentuan iur biaya diatur dalam Permenkes 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan yang mengatur tidak hanya kelas rawat inap namun juga rawat jalan poli eksekutif.

Axellia Kuntag, HRD Yayasan Perguruan Tinggi Keuskupan Manado (Seminari Pineleng) menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat guna menambah informasi terkait asuransi tambahan bagi peserta segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha.

“Kami sebagai PIC Badan Usaha merasa sangat butuh informasi seperti ini. Sosialisasi ini sangat berguna Karena beberapa dari kami juga ada yang telah memiliki asuransi tambahan,” ungkap Axellia.

Axellia juga menyampaikan bahwa informasi terkait Asuransi Kesehatan Tambahan ini akan diteruskan kepada seluruh karyawan agar karyawan dapat memaksimalkan penggunaan serta merasakan manfaatnya jika satu saat harus rawat di rumah sakit. (ib/an)