Lubuklinggau, Jamkesnews – Guna memberikan pelayanan secara maksimal kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau memperpanjang kerja sama dengan Optik Niko, Optik Sinar Baru, Optik Internasional Lubuklinggau, Optik Internasional Pagaralam, Optik Internasional Lahat, Optik Sinar Agung Lahat Dan Optik Ceria Lahat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan baik di tahun 2020. Pada kesempatan hari ini kita menindaklanjuti kerja sama yang baik ini di tahun 2021. Program JKN-KIS ini merupakan suatu ekosistem yang perlu didukung oleh rumah sakit, klinik, Puskesmas, optik dan masih banyak yang lainnya. Dengan adanya ekosistem yang baik ini, program ini akan bisa berjalan dengan baik,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau Harry Nurdiansyah, Kamis (20/01).

Sebagai informasi, untuk fasilitas kacamata merupakan alat bantu kesehatan yang bisa di manfaatkan oleh peserta JKN-KIS. Besaran tarif alat bantu kesehatan ini sendiri berbeda-beda setiap kelas. Kelas I mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, kelas II sebesar Rp200.000, dan kelas III sebesar Rp150.000. Besaran jumlah bantuan ini sesuai yang ditetapkan pada Pasal 24 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2016.

Masih dalam peraturan yang sama, manfaat alat bantu kesehatan kacamata ini dapat diberikan kepada peserta JKN-KIS dalam dua tahun satu kali. Dan bagi peserta JKN-KIS yang belum pernah mengambil manfaat ini, syarat minimal untuk pengambilan kacamata adalah atas indikasi medis minimal sferis 0,5D dan silindris 0,25D.

Sementara itu, Kasmaria (30) yang merupakan salah satu peserta JKN-KIS, mengaku pernah menggunakan kartunya untuk melakukan pembuatan kacamata. Sejak terdaftar pada tahun 2014 lalu, ia mengakui sudah tiga kali membuat kacamata menggunakan kartunya tersebut. 

“Sekarang lebih mudah kalau mau buat kacamata. Ini saya buat yang ketiga kalinya menggunakan kartu ini. Kalau dulu buat kacamata itu harus legalisasi ke kantor BPJS Kesehatan dan rumah sakit. Sekarang tinggal lapor ke dokter keluarga terus nanti periksa ke optik, kemudian dapat resep kacamatanya dan dilegalisasi di dokter keluarga. Hasil legalisasinya lalu dibawa ke optik untuk buat kacamatanya. Hanya menunggu sekitar lima belas menit selesai kacamatanya. Enaknya lagi walaupun hanya sesuai kelas dan tidak nambah biaya, kacamatanya sudah nyaman dipakai dan juga banyak pilihan bingkai kacamatanya,” terang ibu rumah tangga ini. (RW/na)