Yogyakarta, Jamkesnews- Menghadapi masa pandemi covid-19, BPJS Kesehatan tetap berupaya meningkatkan kepuasan Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berbagai inovasi dikembangkan agar peserta JKN-KIS tetap mendapatkan pelayanan prima baik dari segi administrasi kepesertaan maupun aspek pelayanan kesehatan. Di antaranya Pelayanan Administrasi Kepesertaan melalui Whatsapp (PANDAWA), konsultasi dokter secara daring dan Program Relaksasi Tunggakan Iuran JKN-KIS.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti mengatakan, inovasi-inovasi tersebut muncul seiring dengan anjuran pemerintah dalam hal pencegahan virus Covid-19. Peserta JKN-KIS diharapkan memanfaatkan inovasi tersebut sehingga tidak menemui kendala dalam pemanfaatan program ini.

“Ini juga sebagai bentuk kepedulian BPJS Kesehatan dalam masa pandemi Covid-19,” katanya, dalam kegiatan Temu Media BPJS Kesehatan Tahun 2020, Senin (12/10).

Dia menjelaskan, pihaknya mengembangkan pelayanan administrasi kepesertaan melalui PANDAWA. Peserta cukup menghubungi nomor seluler tertentu yang ada di masing-masing kantor cabang untuk mengurus administrasi kepesertaan sehingga tidak perlu datang ke kantor cabang ataupun kantor kabupaten. Untuk di wilayah Cabang Yogyakarta dengan wilayah kerja Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul dapat menghubungi nomor seluler 081215825070.

“Selain itu, pelayanan administrasi, informasi dan pengaduan juga dapat dilakukan melalui kanal Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, CHIKA dan VIKA,” ungkapnya.

Di bidang pelayanan kesehatan, lanjut Hesti, pihaknya mengembangkan aplikasi Mobile JKN dengan fitur konsultasi dokter secara daring. Peserta JKN-KIS yang mengalami keluhan kesehatan ringan dapat berkonsultasi dengan dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar sesuai jadwal yang ditentukan. Sehingga peserta tidak perlu datang ke tempat praktik.

Bagi Peserta JKN-KIS yang menunggak lebih dari enam bulan, BPJS Kesehatan mengembangkan inovasi melalui Program Relaksasi Tunggakan Iuran JKN-KIS. Program ini merupakan tindak lanjut dari aturan pemerintah sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam masa pandemi covid-19. Peserta yang menunggak lebih dari enam bulan apabila ingin mengaktifkan kembali status kepesertaan cukup membayar tunggakan selama enam bulan ditambah dengan iuran bulan berjalan. Sisa tunggakan tetap dibayarkan maksimal sampai dengan bulan Desember 2021.

“Peserta yang sudah terdaftar dalam Program Relaksasi Tunggakan Iuran diberikan mengangsur sisa tunggakan di akhir tahun 2020 sampai dengan akhir tahun 2021 sesuai dengan kemampuan keuangan peserta,” ungkap Hesti.

Mengenai mekanisme program tersebut, peserta yang ingin memanfaatkan program relaksasi wajib mendaftarkan diri terlebih dahulu, dapat melalui Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400, atau datang langsung ke kantor cabang/kabupaten setempat. Peserta cukup membawa Kartu Tanda Penduduk dan kartu JKN-KIS.

Sementara itu, salah satu peserta JKN-KIS, Listiyo Nur Harianto mengapresiasi inovasi BPJS Kesehatan. Dia mengaku sudah memanfaatkan konsultasi dokter secara daring dan merasa terbantu dengan inovasi tersebut.

“Jadi tidak perlu ke tempat praktik dan direspon cukup cepat oleh dokternya. Responnya pun cukup informatif,” katanya. (ma/dw)