Bengkulu, Jamkesnews - Guna memastikan masyarakat di Kabupaten Seluma terutama ibu hamil mengetahui tentang penanganan stunting (kerdil), gizi buruk serta tata cara menggunakan kartu JKN-KIS ketika persalinan, BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma bekerja sama dengan Poltekes Kemenkes Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Pencegahan Stunting, Gizi Buruk, dan Jaminan Kesehatan terhadap Ibu Hamil di Desa Lokasi Baru Kabupaten Seluma, Senin (12/10). 

"Kami berupaya memberikan informasi asupan gizi yang baik terhadap ibu hamil sehingga anak Indonesia yang lahir tercegah dari stunting serta memastikan ibu hamil memiliki jaminan kesehatan ketika proses persalinan dan perawatan anaknya," jelas Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Seluma, Ricco Hanggara. 

Dalam pertemuan tersebut, Ricco menjelaskan tentang tata cara serta persyaratan pendaftaran Program JKN-KIS, cara pengecekan status keaktifan kartu JKN-KIS serta manfaat yang diterima apabila sudah mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.

“Biaya persalinan memakan biaya yang cukup besar, dengan telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS ibu bisa terhindar biaya persalinan yang besar ketika berada di rumah sakit,” ujar Ricco.

Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Lokasi Baru, Sukariyanto berterima kasih kepada para pihak pelaksana kegiatan sosialisasi bersama di desanya. Ia pun mengapresiasi kegiatan ini, kepada narasumber beserta timnya yang sudah datang di desa tersebut.

"Masyarakat Desa Talang Benuang dan Lokasi Baru yang hadir pada hari ini sangat antusias menerima informasi yang diberikan sehingga tidak ada lagi masyarakat kita yang anaknya terkena stunting, gizi buruk, dan tidak memiliki jaminan kesehatan,” kata Sukariyanto.

Adapun di Kabupaten Seluma sampai dengan bulan September 2020, sebanyak 158.662 warga dari total 212.635 penduduknya telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS atau sekitar 74,6% dari total penduduk. (RW/dw)