Biak, Jamkesnews -  Sebagai wujud untuk membantu masyarakat Indonesia yang sedang mengalami kesulitan finansial akibat dampak pandemi covid-19, pemerintah melalui BPJS Kesehatan memberikan keringanan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran lebih dari 6 bulan. Segmen yang bisa memanfaatkan program ini adalah peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) badan usaha.

“Sebelum ada Program Relaksasi Tunggakan , peserta yang memiliki tunggakan dan ingin kepesertaan JKN-KIS-nya aktif, harus melunasi seluruh tunggakan. Dengan Program Relaksasi Tunggakan Iuran ini, peserta yang memiliki tunggakan iuran diatas 6 bulan, cukup membayar tunggakan 6 bulan saja ditambah 1 bulan berjalan, dan kepesertaan JKN-KIS-nya langsung aktif,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor Budi Sukwara, Selasa (13/10).

Budi juga menambahkan bahwa melalui Program Relaksasi Tunggakan ini bukan berarti sisa tunggakan iuran dihilangkan, melainkan peserta diberikan kelonggaran mencicil sisa tunggakan hingga 31 Desember 2021.

“Misalnya ada peserta yang memiliki tunggakan maksmimal 24 bulan, agar status kepesertaan peserta itu bisa aktif kembali maka peserta cukup dengan membayar 6 bulan tunggakan terlebih dahulu ditambah iuran 1 bulan berjalan, sisa tunggakannya yaitu 18 bulan bisa dicicil hingga 31 Desember 2021. Apabila tunggakan tidak dilunasi, maka pada Januari 2022 status kepesertaannya tidak aktif,” tambah Budi.

Salah satu peserta yang telah merasakan manfaatnya, Desy Arisandi yang menceritakan bahwa kedua orang tuanya adalah peserta PBPU dan memiliki tunggakan selama 2 tahun.

“Awalnya ibu saya ingin berobat, namun kartu JKN-KIS miliknya bermasalah karena tidak aktif. Ternyata orang tua saya memiliki tunggakan dua tahun dari tahun 2018. Dan jumlah tunggakannya cukup besar, karena iuran kelas II saat itu ada penyesuaian iuran menjadi Rp 100.000. Saya agak keberatan jika membayar sekaligus. Alhamdulillah, waktu itu saya bertanya pada petugas BPJS Kesehatan dan dikenalkannya Program Relaksasi Tunggakan Iuran. Cukup membayar tunggakan 6 bulan ditambah 1 bulan bisa langsung aktif setelah dua hari. Jadi saya tidak harus sampai meminjam uang melunasi tunggakan tersebut,” ujar Desy.

Desy juga menambahkan, Program Relaksasi Tunggakan ini sangat membantu masyarakat yang lagi kesulitan secara finansial di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, Program JKN-KIS sangat penting untuk memberikan perlindungan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun keluarga.

“Program ini sangat bagus, selain membantu masyarakat yang sedang kesulitan di masa pandemi Covid 19, juga memotivasi masyarakat lain untuk melunasi tunggakan iuran JKN KIS jadi jika saat membutuhkan pelayanan tidak susah lagi. Namun saya juga mengajak bahwa belajar dari pengalaman saya, sebaiknya pembayaran iuran JKN-KIS ini jangan menunggu pada saat menggunakannya, sebaiknya tetap membayar setiap bulanya sesuai dengan kewajibannya," tutur Desy. (TR/hs)