30 Jul 2020
  |  
Dilihat : 22 kali

Pastikan Distribusi KIS Tepat Sasaran, BPJS Kesehatan Gelar Evaluasi Dengan Mitra

Bandung, Jamkesnews – Kartu Indonesia Sehat (KIS) merupakan identitas bagi peserta JKN-KIS untuk mengakses pelayanan kesehatan. Dalam memastikan KIS terdistribusi dengan baik hingga ke tangan peserta (end user) khususnya bagi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah menggandeng seluruh kelurahan untuk percepatan distribusi KIS.

Kelurahan-kelurahan di Kota Bandung merekomendasikan salah satu warganya untuk menjadi mitra distribusi KIS. Mitra yang ditunjuk merupakan warga yang cukup aktif di wilayahnya seperti Kader JKN, Satgas, dan lain-lain. Untuk memastikan distribusi KIS akurat dan berjalan optimal, BPJS Kesehatan Cabang Bandung menggelar evaluasi distribusi KIS pada Rabu (29/07).

“Di tahun 2020 ini, kami sangat mengapresiasi kerja keras mitra-mitra BPJS Kesehatan dalam distribusi KIS, khususnya untuk peserta PBI. Distribusi KIS lebih cepat dan tepat sampai ke tangan peserta karena mereka lebih mengenal warga di wilayahnya. Bahkan, mitra-mitra ini tugasnya tidak hanya melakukan distribusi KIS, mereka juga aktif dalam memberikan edukasi dan berbagi informasi seputar JKN-KIS kepada masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan administrasi kepesertaan,” jelas Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Zulensi.

Zulensi juga mengatakan bahwa penting untuk memperbarui informasi dan pengetahuan terkait Program JKN-KIS seperti ketentuan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020, layanan masa Adaptasi Kebiasan Baru (AKB), dan kanal-kanal kemudahan akses pelayanan JKN. Zulensi menyebut, mitra distribusi kartu JKN-KIS adalah orang yang berhubungan langsung dengan masyarakat, jadi informasi yang disampaikan harus benar dan akurat.

“Dalam masa AKB ini memang terdapat pelayanan terbatas di Kantor Cabang. Untuk layanan seperti perubahan Fasilitas Kesehatan, peserta dapat mengakses secara mandiri di Aplikasi Mobile JKN atau jika membutuhkan informasi bisa lewat Chika di nomor Whatsapp 08118750400. Selain itu, kami sangat perlu bantuan teman-teman mitra untuk melaporkan perubahan data peserta PBI seperti peserta meninggal dunia, kesalahan NIK, alamat, dan tanggal lahir, agar dapat segera diperbaharui. Selain KIS tepat sasaran, identitasnya pun jelas dan sesuai,” ungkap Zulensi.

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, BPJS Kesehatan Bandung juga membuka diskusi dengan mitra distribusi KIS dalam menjalankan tugasnya. Salah satunya mitra dari Kelurahan Gegerkalong, Trimo, mencurahkan pendapatnya. Trimo mengaku pihaknya mendapati beberapa kasus seperti adanya anggota keluarga yang belum masuk kepesertaan PBI.

“Beberapa warga kepesertaan PBI belum terdaftar utuh 1 (satu) Kartu Keluarga. Khususnya untuk PBI APBN, kami telah mengusulkan Musyawarah Kelurahan (muskel) agar warga di data ulang untuk kemudian diajukan ke Dinas Sosial selanjutnya diteruskan ke pusat. Jangan sampai warga yang sudah terdaftar PBI karena memang kondisinya kurang mampu, masih ada anggota keluarganya yang belum terdaftar. Saat membutuhkan pelayanan kesehatan maka akan terkendala,” tutur Trimo. (BS/rm)