21 Jul 2020
  |  
Dilihat : 27 kali

Sambangi Pasien HD dI RS Prasetya Bunda, BPJS Kesehtan Tasikmalaya Gelar Goes to Costumer

Tasikmalaya, Jamkesnews - Sebagai salah satu rangkaian dalam merayakan Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan ke 52, BPJS Kesehatan Tasikmalaya menggelar kegiatan Goes To Customer (GTC) kepada para pasien Hemodialisa (HD) atau pasien cuci darah di Rumah Sakit (RS) Prasetya Bunda Kota Tasikmalaya, (30/07). Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta, dan mitra terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kegiatan yang bertajuk BPJS Kesehatan Goes To Customer (GTC) Sambung Rasa Peserta Pengguna Layanan Cuci Darah itu di hadiri oleh  dr. Sucidara sebagai Wakil Direktur RS Prasetya Bunda, dan 50 peserta pasien HD. Peserta yang hadir akan diberikan  sosialisasi terkait hak dan kewajiban peserta guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap program JKN-KIS.

Dalam kesempatannya yang sama, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Cabang Tasikmalaya, Jajan Nurjana menjelaskan bahwa sebagai salah satu fokus BPJS Kesehatan di tahun 2020, pemberian informasi kepada masyarakat perlu untuk kami gencarkan agar seluruh masyarapat memahami manfaat tentang Program JKN-KIS. Dengan kegiatan ini, seluruh msyarakat yang hadir juga bisa menyampaikan keluhan dan bisa dijadikan sebagai wadah untuk menggali informasi tentang Program JKN-KIS.

“Salah satu upaya kami melalui BPJS Kesehatan GTC  selain untuk memberikan informasi ter update, juga untuk menjawab berbagai keluhan, dan saran dari peserta JKN-KIS untuk perbaikan pelayanan bagi BPJS Kesehatan kedepan. Tidak hanya itu, peserta diberikan pengetahuan seputar Hemodialisa dan Gizi yang dapat menumbuhkan semangat untuk sembuh bagi mereka,” ungkap Jajan.

Selain menjelaskan hak dan kewajiban peserta JKN-KIS, Jajan juga menyampaikan dalam upaya meningkatkan mutu layanan, terdapat beberapa inovasi yang dapat memberikan kemudahan bagi peserta, khususnya peserta HD kronis yang telah mendapatkan pelayanan cuci darah rutin di Rumah Sakit dan sudah menggunakan finger print, tidak perlu kembali ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk memperpanjang surat rujukan berikutnya. Selain itu juga adanya antrean online dan ketersediaan tempat tidur yang dapat diakses pada aplikasi Mobile JKN.

Di penghujung kegiatan tersebut, Hasanah (63), salah seorang pasien HD yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) PD Pemda Kota Tasikmalaya ini mengaku merasa sangat terbantu dengan program JKN-KIS. Ia juga menambahkan dengan adanya sosialisasi ini menjadi lebih memahami setiap hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS, harapannya agar sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin setiap beberapa bulan sekali. 

“Sebelumnya saya setiap melakukan cuci darah biayanya sangat mahal biasanya menghabiskan biaya 1,5 juta. Sudah lebih dari 50 kali cuci darah sudah terbantu oleh program ini”, ucap Hasanah. (kh/ri).