17 Jul 2020
  |  
Dilihat : 1845 kali

Era New Normal, BPJS Kesehatan Tembilahan Adakan Mentoring Spesialis untuk Dokter FKTP

Tembilahan, Jamkesnews – Bertepatan dengan HUT BPJS Kesehatan ke 52, BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan mengadakan kegiatan Mentoring Dokter Spesialis dengan tema Penatalaksanaan Peserta Program Rujuk Balik Hipertensi dan Diabetes Melitus di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Acara yang bertujuan untuk meningkakan kompetensi dokter di FKTP dalam melanjutkan pengobatan dan penatalaksanaan pasien DM dan Hipertensi. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan diikuti oleh Dokter FKTP mitra BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan.

Dalam sambutan pembuka, Meri Lestari selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tembilahan mengatakan jika acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke 52 sebagai kreativitas inovasi dan peningkatan kualitas layanan kepada peserta.

“Akhirnya dapat terlaksana kegiatan mentoring spesialis dimomen spesial 15 Juli dan semoga pertemuan hari ini dapat bermanfaat, serta apresiasi bagi tenaga medis yang berada digarda terdepan pelayanan kesehatan agar sehat selalu. Mohon maaf jika selama diusia BPJS Kesehatan yang ke 52 tahun ini masih terdapat kekurangan,” terang Meri.

Meri juga berharap agar jaminan kesehatan nasional yang semakin bertambah usianya terus memberikan kontribusi pada masyarakat Indonesia, serta bersama-sama dengan FKTP meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta.

Kegiatan ini juga mengundang narasumber khusus yaitu Harnavi Harun yang bertugas di RSUP Dr. M. Djamil Padang  memberikan materi Pengelolaan pasien Program Rujuk Balik (PRB) Hipertensi.

“Pada umumnya banyak pasien yang tidak menyadari Hipertensi, tidak berobat dan tidak kontrol, serta pasien yang berobat tapi tidak kontrol. Oleh sebab itu BPJS Kesehatan memberikan program bagaimana pasien Hipertensi itu diberikan pelayanan semaksimal mungkin, jika tidak terdapat titik yang lebih berat pada kondisi pasien tidak perlu dirujuk. Tapi prinsipnya adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan pasien, ditegakkan diagnosis Hipertensi dan kita bisa memberikan obat hingga mencapai target. FKTP harus berupaya memberikan pelayanan pertama yang tepat dan efektif bagi pasien Hipertensi, tidak langsung merujuk. Kuncinya kepercayaan diri,” ujar Harnavi.

Tidak hanya tu, Irianto selaku pengelola PERSADIA di RSUD Puri Husada Tembilahan juga hadir sebagai narasumber kedua. Ia mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan materi pengelolaan pasien PRB Diabetes Melitus (DM). Irianto memaparkan bahwa dari laporan medis tahun 2015 sampai dengan tahun 2019 terdapat peningkatan kunjungan kasus pasien DM di RSUD Puri Husada mitra BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan.

“Diagnosis DM juga sering bersama dengan penyakit lain, terkadang kita menemukan pasien Hipertensi yang ternyata juga menderita DM, obesitas, paru-paru dan lainnya. Sehingga setiap pasien yang didiagnosis paru-paru kita anjurkan untuk memeriksa gula darah, karena sering terjadi pasien DM itu juga terkena paru-paru,” jelas Irianto.

Harapan semua peserta pertemuan adalah agar kegiatan ini secara rutin dilaksanakan, seta mendapat dukungan penuh dari Ketua IDI Indragiri Hilir Firman Nurdiansah.