26 Jun 2020
  |  
Dilihat : 1425 kali

TINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA JKN-KIS MELALUI BPJS KESEHATAN GOES TO CUSTOMER

Solok, Jamkesnews – Dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta terkait Program Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Solok menggelar kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Customer, Kamis (25/06). Pada kegiatan hari ini, peserta yang diundang dari segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) yang merupakan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kota Solok.

Membuka kegiatan pada hari ini, Asisten I Pemerintah Kota, Nova Elvino menyampaikan apresiasi terhadap BPJS Kesehatan Cabang Solok yang telah menyelenggarakan kegiatan untuk memberikan pemahaman kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diwakili oleh Kepala OPD se Kota Solok. “Pada kesempatan ini, BPJS Kesehatan hadir untuk memberikan informasi terkait program JKN-KIS, khususnya mengenai hak dan kewajiban peserta. Jadi bagi yang masih bingung atau menerima informasi yang simpang siur, dapat langsung bertanya kepada BPJS Kesehatan,” ujar Nova.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Solok, Zirmen menerangkan bahwa mendapatkan informasi-informasi terkait program JKN-KIS merupakan hak peserta, dan kewajiban BPJS Kesehatan untuk memberikan informasi kepada peserta. “Salah satu upaya kami melalui BPJS Kesehatan Goes To Customer (GTC) untuk bersosialisasi, karena peserta tidak tahu kemana harus bertanya dan menyampaikan keluhan saat mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Zirmen.

Zirmen menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait prosedur pelayanan, hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS, serta untuk meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya program JKN-KIS. “Dengan adanya kegiatan ini peserta dapat bertanya dan berdiskusi secara aktif, harapannya peserta nanti sudah dapat memahami program JKN-KIS dan bisa menyampaikan informasi ini kepada keluarga dan masyarakat lainnya,” ujar Zirmen.

Pada kesempatan ini Zirmen juga menyampaikan bagi peserta yang terkendala saat mendapatkan pelayanan dapat menyampaikan keluhan dan pengaduannya kepada Petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) BPJS Kesehatan atau PIPP di masing-masing Rumah Sakit. “Setiap pengaduan dari peserta akan kami tindak lanjuti secepat mungkin, jadi Bapak/Ibu tidak usah ragu untuk menghubungi petugas kami. Pengaduan juga dapat disampaikan melalui aplikasi Mobile JKN dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” ujar Zirmen.

Dengan perkembangan pesat teknologi informasi, BPJS Kesehatan juga menghadirkan kemudahan kepada peserta untuk memenuhi keperluannya hanya dengan menggunakan smartphone. Mulai dari pelayanan informasi dan pengaduan yang dapat disampaikan melalui Voice Interactive JKN (VIKA) dan Chat Assistant JKN (CHIKA) yang direspon artificial intelligence/sistem.

Serta tak lupa Zirmen juga mengajak peserta untuk mengunduh aplikasi Mobile JKN, yang memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi peserta. Dengan Mobile JKN, peserta dapat mengecek status kepesertaan, perubahan data kepesertaan seperti perubahan kelas rawatan atau perubahan lokasi fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta kartu KIS berbentuk digital. “Tak hanya itu, peserta juga dapat melihat tagihan iuran, riwayat pembayaran iuran, konsultasi tanpa tatap muka dengan dokter, bahkan juga ada fitur skrining mandiri Covid-19,” ujar Zirmen.

Salah satu peserta GTC, Linda menyampaikan bahwa ia telah merasakan manfaat menggunakan aplikasi Mobile JKN. “Saat berobat ke Faskes, saya lupa membawa kartu KIS. Untung sebelumnya sudah download aplikasi Mobile JKN, saya cek di aplikasi ternyata ada kartu KIS digital. Cukup dengan melihatkan kartu digital, saya langsung dilayani oleh petugas di Faskes,” tutup Linda. (aw/ar)