23 Mar 2020
  |  
Dilihat : 30 kali

BPJS Kesehatan Banjar Beri Pemahaman Layanan Antrean Elektronik ke FKTP

Banjar, Jamkesnews – Guna memberikan pemahaman terkait implementasi layanan antrean elektronik di Puskesmas maupun Klinik, BPJS Kesehatan Cabang Banjar melakukan kunjungan langsung ke beberapa FKTP wilayah Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran sekaligus melakukan sosialisasi dan praktek langsung mengenai teknis implementasi antrean elektronik, Senin (23/03).

Sebelumnya, BPJS Kesehatan telah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan layanan antrean elektronik. Dengan memanfaatkan layanan via daring tersebut, dapat memudahkan masyarakat untuk mengambil nomor antrean tanpa harus datang lebih awal ke Puskesmas maupun klinik untuk mengantre mengambil nomor antrean.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer, Rita Marlina mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk semakin meningkatkan pemahaman FKTP terhadap berbagai kebijakan baru, terutama kebijakan mengenai antrian elektronik. Dengan adanya layanan tersebut, menurutnya dapat mempermudah peserta JKN-KIS yang ingin mengakses layanan kesehatan.

“Inovasi melalui sistem antrean elektronik ini diperuntukkan untuk memberikan kepastian pelayanan kepada peserta JKN-KIS yang ingin berobat di FKTP. Kalau dulu, antrean berobat sangat panjang dan tanpa tahu kapan akan mendapatkan pelayanan. Dengan adanya sistem antrean elektronik ini nantinya peserta dapat mengetahui perkiraan waktu pelayanan, sehingga peserta tidak perlu menunggu lama di FKTP dan dapat datang sesuai nomor antrean layanan,” imbuh Rita.

Selain itu, Rita mengatakan untuk alur pelayanan sistem antrean elektronik juga harus dipersiapkan oleh seluruh FKTP untuk menunjang berjalannya sistem tersebut. Dengan demikian, pihaknya perlu adanya dukungan yang sangat besar dari seluruh FKTP di wilayah Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran untuk bersama sama menyukseskan berjalannya sistem antrean elektronik tersebut.

“Jadi tidak hanya menginformasikan kepada peserta mengenai antrian online, tapi kami juga memberikan informasi mengenai teknis implementasi antrian online kepada perwakilan FKTP, harapannya supaya kedepan waktu tunggu peserta dalam mendapatkan pelayanan di FKTP dengan adanya antrian elektronik  ini akan semakin singkat,” tutup Rita.

Dengan strategi itu, menurut Rita, perlahan tapi pasti minat peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan aplikasi Mobile JKN akan semakin meningkat. Karena dengan adanya antrean elektronik tersebut, dapat membuat peserta semakin mudah mendapatkan pelayanan.