18 Mar 2020
  |  
Dilihat : 9997 kali

Libatkan 3 Lembaga, Aplikasi TACS Siap Permudah Korban Laka Lantas

Probolinggo, Jamkesnews - Kepolisian Resort Probolinggo meluncurkan aplikasi TACS (Traffic Accident Claim System) untuk mempermudah proses penanganan dan klaim asuransi bagi para korban laka lantas. Menggandeng beberapa intansi terkait seperti PT Jasa Raharja (Persero), BPJS Kesehatan, hingga rumah sakit se-wilayah Resort Probolinggo, Rabu (18/03), pihak Kepolisian Resort Probolinggo secara resmi menggelar Perjanjian Kerjasama dengan beberapa instansi tersebut. Sekitar 18 orang hadir dalam kegiatan yang dilangsungkan di Polres Probolinggo ini.

Melalui keterangan tertulis, IPDA I Nyoman Harayasa selaku Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Probolinggo membeberkan tujuan yang bakal diusung oleh aplikasi ini. Salah satu hal yang menonjol adalah soal kecepatan korban dalam memperoleh administrasi dari pihak rumah sakit dan kepolisian.

“Secara pelaksanaan, kami ingin memberikan penanganan dan pertolongan cepat kepada korban laka lantas di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Kemudian melakukan input sekaligus sinkronisasi data korban melalui Aplikasi TACS tersebut, sehingga si korban menerima kepastian penanggungan asuransi kecelakaan,” beber Nyoman.

Lebih lanjut, Nyoman menyebutkan jika layanan TACS ini hanya bisa diakses untuk rumah sakit yang sudah bekerja sama hari ini, seperti Rumah Sakit Umum Waluyo Jati Kraksaan, Rumah Sakit Wonolangan Dringu, Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan, dan Rumah Sakit Rizani Paiton. Ia juga menerangkan, dari rumah sakit tersebut akan terisi petugas yang bakal mengurusi layanan TACS tersebut.

“Secara teknis, di rumah sakit nanti akan ada petugas yang mengurusi layanan TACS ini. Jadi ketika ada korban laka lantas yang masuk rumah sakit, petugas tersebut mulai meng-input data korban. Data tadi akan disinkronkan dengan hasil olah TKP sehingga dari kepolisian bisa segera menerbitkan laporan ke pihak rumah sakit melalui aplikasi,” terangnya.

Dari sini, kemudahan bisa terlihat bahwa korban laka lantas tak lagi kerepotan mengurus administrasi dan surat laporan kepolisian. Selain itu, penanganan korban semakin cepat lantaran segala administrasi yang dibutuhkan rumah sakit telah siap.

Sementara itu, Indrina Darmayanti selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan yang turut hadir dalam Perjanjian Kerjasama ini mengaku senang dengan terobosan yang diciptakan oleh pihak Kepolisian. Baginya, momentum kemunculan aplikasi TACS ini dirasa pas dengan ditetapkannya 2020 sebagai tahun pelayanan dan kepuasan peserta oleh BPJS Kesehatan.

“Ini hal yang baik untuk menyongsong era teknologi seperti sekarang. Kita semua tahu adanya teknologi tersebut bisa mempermudah aktivitas manusia. Bagi kami (BPJS Kesehatan), aplikasi TACS ini akan sangat membantu para korban laka lantas yang notabene butuh pelayanan serba cepat. Bersama instansi terkait, kami sepakat dan komitmen untuk melaksanakan kewajiban masing-masing soal kemudahan pelayanan. Dalam hal ini, tentu prioritas kami adalah peserta JKN-KIS yang menjadi korban laka lantas. Dan yang perlu diketahui, BPJS Kesehatan sendiri bertindak sebagai penjamin kedua setelah PT Jasa Raharja (Persero) untuk kasus laka lantas ini,” tutur Dina, sapaan akrabnya. (ar/vn)