31 Jan 2020
  |  
Dilihat : 9424 kali

BPJS Kesehatan Bandung Perkuat Komitmen Pelayanan Zero Problem

Bandung, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Bandung menggelar pertemuan Koordinasi dengan 40 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) se-Kota Bandung pada Kamis (30/01). Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat komitmen faskes dalam peningkatan mutu pelayanan dan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian Kerja Sama.

Di awal tahun 2020, BPJS Kesehatan telah mengembangkan beberapa inovasi untuk meningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan. Inovasi tersebut antara lain, adanya sistem antrean elektronik yang memberikan kemudahan dan kepastian waktu layanan bagi peserta, display ketersediaan tempat tidur dan kemudahan akses pelayanan kesehatan bagi peserta rutin hemodialisis melalui sidik jari (finger print).

“Tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun kepuasan peserta, tentunya juga sejalan dengan komitmen BPJS Kesehatan Cabang Bandung yang menargetkan tahun ini sebagai tahun zero problem. Artinya, masalah-masalah yang ada ditahun 2019, tidak muncul lagi di tahun 2020 ini. Kalaupun ada permasalahan, dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan tagline kita yakni Cepat, Benar dan Santun (CBS),” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung Mokhamad Cucu Zakaria.

Cucu menekankan bahwa di semua jajaran internal maupun provider atau mitra BPJS Kesehatan untuk paham dan menguasai regulasi. Tak hanya paham, namun juga mampu menyampaikan secara cepat dan tepat. Sehingga semua kendala dan permasalahan teratasi dengan baik.

“Dari kegiatan hari ini, kita juga mendengarkan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di FKRTL seperti rujukan, pelayanan UGD, iur biaya, dan ketersediaan tempat tidur. Sejauh ini, permasalahan yang disampaikan oleh mitra kita dapat teratasibeberapa pertanyaan sifatnya memastikan.Mudah-mudahan dengan membaiknya kondisi finansial kita, tidak ada lagi isu dan keluhan di pelayanan,” jelas Cucu.

Cucu juga juga berharap, FKTRL se-Kota Bandung dapat menjalankan komitmen sesuai kesepakatan BPJS Kesehatan bersama PERSI terkait implementasi display ketersediaan kelas perawatan yang juga dapat dicek melalui fitur Aplikasi Mobile JKN dan simplifikasi pelayanan hemodialisis bagi pasien gagal ginjal kronis yang rutin di FKTRL dengan menggunakan sidik jari (finger print).

“Kami mengharapkan, faskes di Kota Bandung dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada peserta. Paham dan patuh dalam menjalankan ketentuan-ketentuan Perjanjian Kerja Sama," tuturnya.

Untuk memastikan jalannya pelayanan, terlihat beberapa peserta sangat antusias menyampaikan pertanyaan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya dari perwakilan RSKIA Kota Bandung Dewi.

“Bagi kami perwakilan FKRTL ini sudah mendapatkan informasi yang sangat lengkap dari apa yang sudah disampaikan. Untuk rujukan horizontal, dijelaskan dapat dilakukan namun di hari yang berbeda. Apabila dalam kondisi khusus, hal tersebut dapat dilakukan dengan catatan bukan dalam suatu hal yang disengaja. Pertemuan ini sangat bermaanfaat guna meningkatkan koordinasi BPJS Kesehatan dengan faskes,” tutur Dewi. (BS/rm)