13 Jan 2020
  |  
Dilihat : 320 kali

Klinik Hemodilisis Tidore Siap Mempermudah Layanan Cuci Darah Peserta JKN-KIS

Jakarta Pusat, Jamkesnews – Sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, Klinik Hemodialisis Tidore yang bernaung dibawah PT Masa Cipta Husada kini telah menyediakan alat rekam sidik jari atau fingerprint yang dapat digunakan oleh pasien gagal ginjal kronis. Hal tersebut dilakukan untuk memangkas prosedur rujukan yang harus membawa surat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Memasuki era digitalisasi, Klinik Hemodialisis Tidore mulai menyesuaikan dirinya di dalam kemajuan teknologi yang sangat pesat. Penggunaan sidik jari yang diterapkan oleh Klinik Hemodialisis Tidore terhitung sudah berjalan 2 tahun sejak menjadi mitra BPJS Kesehatan. Hal tersebut juga diyakini untuk terus memberikan kemudahan kepada peserta JKN-KIS yang mengalami gagal ginjal kronis untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di klinik tersebut.

Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, Direktur PT Masa Cipta Husada Andreas Japar mengatakan bahwa Klinik Hemodialisis Tidore siap menjadi penyedia layanan kesehatan yang terbaik dan disukai oleh peserta. Ditambah dengan adanya penyesuaian iuran JKN-KIS yang telah diberlakukan sejak 1 Januari 2020, tentunya ekspektasi peserta JKN-KIS terhadap pelayanan kesehatan akan meningkat.

“Dengan adanya penyesuaian iuran tentunya kami akan mengimbangi ekspektasi peserta untuk tetap mengutamakan dan meningkatkan mutu agar pasien gagal ginjal bisa dirawat dengan baik dan bertahan lama umurnya melalui peralatan cuci darah yang canggih serta sumber daya manusia yang berkompeten dan mempunyai sertifikat resmi,” ungkap Andreas pada Senin (13/01).

Andreas menambahkan bahwa Klinik Hemodialisis Tidore merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang telah memanfaatkan Supply Chain Financing (SCF) untuk membantu memperlancar operasional dan cashflow klinik. Sehingga diharapkan dengan adanya penyesuaian iuran JKN-KIS akan lebih memberikan kepastian terhadap pembayaran klaim ke fasilitas kesehatan termasuk ke Klinik Hemodialisis Tidore.

“Bagi peserta JKN-KIS jangan takut untuk tidak dilayani, BPJS Kesehatan dan kami selaku mitranya akan memberikan pelayanan terbaik dan segala upaya untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan pelayanan. Pasien gagal ginjal yang melakukan cuci darah di Klinik Utama seperti klinik ini tidak perlu khawatir karena alat yang digunakan sama canggih dan mempunyai kualitas yang sama dengan rumah sakit,” tambah Andreas. (EM/rr)