Pesisir Selatan, Jamkesnews – Hari ini (4/12) genap tiga hari sudah BPJS Kesehatan memberikan pelayanan jemput bola atau yang dikenal dengan nama Mobile Customer Service (MCS) bagi peserta JKN-KIS di PT. Incasi Raya Muara Sakai dan PT. Incasi Raya Silaut Kabupaten Pesisir Selatan (Kab. Pessel), perusahan yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan berjarak sekitar 300 kilometer dari pusat kota padang. 

Agus Purnama, Mohammad Aditya Yoma dan Riko Purnama selaku petugas pelayanan jemput bola BPJS Kesehatan telah meninggalkan kesan manis bagi jajaran manajemen dan karyawan PT.  Incasi Raya secara keseluruhan, bahkan seluruhnya berharap kegiatan serupa bisa diulang sesegera mungkin.

“Ya, jelas. Kami sangat berharap BPJS Kesehatan memberikan pelayanan jemput bola seperti ini lagi kepada seluruh karyawan kami. Semua terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan (JKN-KIS, -red). Karyawan merasa senang, saya mewakili manajemen mengucapkan terima kasih kepada wakil-wakil BPJS (Kesehatan, -red) yang datang ke pabrik,” ujar Herman, Kepala AK3-Umum & Sustainability PT. Incasi Raya Silaut pada Jamkesnews melalui pesan singkat.

Herman juga menambahkan bahwa petugas BPJS Kesehatan yang datang ke pabriknya sangat ramah dan sabar dalam melayani pertanyaan dan kemauan peserta. Aturan-aturan yang belum dipahami oleh kalangan karyawan bisa ditanyakan langsung kepada petugas secara tuntas.


Hal tersebut diamini oleh Irvin, karyawan pabrik yang merasa sangat terbantu dengan adanya program MCS ini. Ia bahkan tidak menyangka bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan untuk pencetakan kartu yang sudah koyak bertahun-tahun serta kartu anggota keluarganya yang baru.

"Karyawan BPJS (Kesehatan, -red) ini kalau saya lihat masih muda-muda ya, sret-sret (cekatan, -red) gitu pas pelayanan tadi siang. Ratusan orang yang antri tapi tetap ramah dan santun melayani, dipertahankan ya," ujar Irvin saat bertemu Adit dan Agus di kantin mess karyawan ketika makan malam.

Komentar senada disampaikan oleh Anto yang langsung mengunduh aplikasi Mobile JKN di gawai pintarnya setelah mendapat informasi siang tadi. MCS siang tadi membuatnya tahu jika ternyata ada aplikasi Mobile JKN yang bisa ia manfaatkan melalui telepon selularnya tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor BPJS Kesehatan. MCS dan Mobile JKN membuatnya hemat pengeluaran, hemat waktu dan hemat tenaga.

"Kalau ndak ado BPJS Kesehatan yang langsung terjun ke lapangan macam ini tadi, kapan saya bisa ke kantornya? Jauh dari kebun ini. Dan mungkin juga saya sekeluarga ndak kan tahu bagaimana alur yang benar dalam penggunaannya pas sakit sakit. Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, saya harap sering ke sini ya," harap Anto.

PECAH BAN DAN KELUAR DARI BADAN JALAN

Insiden pecah 2 ban sekaligus mewarnai perjalanan pulang tim BPJS Kesehatan saat melaksanakan pelayanan jemput bola di selama tiga hari berturut-turut. Kondisi jalan yang ekstrim ditengarai menjadi penyebab utama.

“Kira-kira setengah jam setelah kami meninggalkan pabrik menuju jalan keluar dari kawasan kebun sawit, ban mobil sebelah kiri dua-duanya pecah, depan dan belakang. Mobil oleng ke kiri menuju parit yang dalam, 7 meter kata karyawan Incasi,” ujar Riko setibanya di kantor pasca kejadian tersebut.

Beruntung Riko—pengemudi—cekatan dalam menyeimbangkan laju mobil menuju sisi kanan badan jalan, sehingga mobil langsung memutar ke kanan menuju deretan pohon sawit. Mobil operasional BPJS Kesehatan berhenti meluncur setelah bagian depan sebelah kanan mobil menghantam pohon sawit.

“Kami coba dorong mobil keluar dari kebun sawit, tetapi gagal karena ban mobil telah sobek dan terperosok dalam tanah. Pas banget saat tenaga kami mulai terkuras habis, ada karyawan pabrik melintas dengan motor, bapak membantu kami mencari mobil derek. Setengah jam kemudian bukan mobil derek yang datang tapi traktor kebun sawit. Dengan segala upaya, traktor berhasil menarik mobil. Lalu datang juga mobil ambulans pabrik. Pengemudi ambulans menawarkan ban serep karena serep kami cuma satu, syukurnya cocok,” ujar Riko.

Bagi ketiga petugas layanan jemput bola ini, tugas kali ini menjadi sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya. Berangkat dan pulang dengan selamat merupakan tujuan dari setiap perjalanan. Tapi ketiganya mengaku takkan kapok karena semua pekerjaan punya resiko walaupun medan yang ditempuh sangat jauh dan sulit.. Terlebih saat melihat antusias warga yang merasa sangat gembira ketika mengetahui MCS hadir mendekati mereka untuk memberikan kemudahan layanan.

 “Hampir jam 12 malam kami akhirnya sampai di Padang, ini pengalaman berharga bagi saya, akan selalu saya ingat. Jujur kejadian ini tidak akan buat saya kapok, ini merupakan bagian kecil dari perjuangan kami mewujudkan pelayanan prima kepada seluruh masyarakat,” ungkap Agus yang disambut senyum Riko dan dibalas kepalan jempol oleh Adit. (aw/bo)