11 Jan 2019
  |  
Dilihat : 63 kali

Ingin Dilayani dengan Baik, Jangan Malas Cari Info JKN-KIS

Narasumber : Sarmadah – Ibu Rumah Tangga

“Menggunakan manfaat BPJS Kesehatan dengan mengikuti prosedur yang berlaku, insya Allah semuanya lancar tidak ada kendala yang berarti. Banyak berita yang beredar terkait pelayanan ribet namun hal itu terjadi mungkin dikarenakan orang tersebut tidak mengikuti prosedur secara benar.”

Jakarta Timur – Sudah lima tahun Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hadir untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia melalui BPJS Kesehatan. Inovasi, koordinasi dan peningkatan pelayanan terus dilakukan oleh segala pihak dalam Program JKN-KIS demi kenyamanan peserta. Tidak sedikit manfaat yang telah diperoleh oleh peserta JKN-KIS.

Salah satu peserta yang telah merasakan manfaat program tersebut yaitu Sarmadah (66). Dirinya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS semenjak tahun 2014 dalam kepesertaan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan hak rawat kelas 1. Sarmadah mengaku cukup sering menggunakan manfaat Program JKN-KIS karena dirinya memiliki penyakit asam urat.

“Saat saya merasakan nyeri di tangan, saya langsung mencari info bagaimana cara menggunakan kartu JKN-KIS yang saya miliki sejak lama ini. Saya ikuti prosedurnya dengan berobat ke Puskesmas tempat saya terdaftar. Lalu dari sana saya dirujuk ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut sama dokter di sana," ujarnya, Jumat (11/01).

Ia beranggapan bahwa dengan mengikuti prosedur yang benar maka tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti saat mengurus administrasi JKN-KIS di fasilitas  kesehatan. Banyak berita yang dirinya dengar bahwa pelayanan kesehatan dengan menggunakan manfaat Program JKN-KIS itu susah dan sering ditolak, namun menurutnya hal tersebut sama sekali tidaklah benar.

“Banyak orang bilang begitu karena mereka malas cari info. Padahal kalau kita tanya-tanya petugas di fasilitas kesehatan, mereka dengan senang hati akan membantu kok. Yang penting asal kita mengikuti prosedur yang berlaku, kita tidak akan kesulitan. Jangan sedikit-sedikit bilang susah, padahal dia sendiri enggan cari informasi,” tutur Sarmadah.

Selama menjadi peserta JKN-KIS, Sarmadah tidak pernah sepeser pun ditarik iur biaya. Ia pun merasa sangat terbantu dan puas atas layanan kesehatan yang diberikan. Setiap kali berkunjung ke fasilitas kesehatan, ia pun merasa nyaman karena diperlakukan dengan baik dan tak dibeda-bedakan dengan pasien umum.

"Justru sama pasien JKN-KIS, mereka biasanya ada antrian khusus. Ya wajar saja kalau harus mengantri karena banyak juga yang butuh dilayani. Harapan saya, semoga ke depan BPJS Kesehatan bisa lebih baik lagi. Pasien yang pakai JKN-KIS juga lebih harus aktif cari info, jangan maunya langsung dilayani saja padahal tidak sesuai prosedur. Kalau mau dilayani dengan baik ya jangan malas cari tahu prosedurnya. Biar sama-sama saling menghargai lah," kata Sarmadah menutup percakapan sore itu dengan tawa yang sumringah.(PG/cp)