11 Jan 2019
  |  
Dilihat : 12016 kali

SEKARANG MELAHIRKAN TAK PIKIRKAN BIAYA

Narasumber : DAHLIA (30 Tahun), Pekerja Penerima Upah (PPU)-PN

Palopo, Jamkesnews - Dahlia (30) merupakan peserta JKN-KIS dengan Jenis kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU)-PN. Dahlia bersedia menceritakan pengalaman menggunakan kartu JKN-KIS ketika ia harus melahirkan anak ketiganya. Kekhawatiran seorang ibu salah satunya adalah biaya persalinan, biaya persalinan menjadi sangat mahal jika tidak ada asuransi yang menanggung. Asuransipun tidak semuanya dapat menanggung biaya 100%, tetapi kekhawatiran tersebut tidak akan dialami jika telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Dalam Program JKN-KIS, khusus ibu hamil mendapatkan perhatian khusus. Dimana dulu dalam aturannya saat janin masih didalam rahim, sang ibu sudah dapat menjaminkan bayinya. Sekarangpun ibu hamil semakin diperhatikan khusus, tak kalah dengan kebijakan sebelumnya, saat ini setelah proses persalinan jika sang bayi ingin didaftarkan maka langsung aktif tanpa proses yang rumit dan memakan waktu. Aturan tersebut berlaku sejak diberlakukannya Perpres 82 tahun 2018. Dahlia langsung merasakan manfaat program JKN-KIS dari proses kelahiran anak pertama sampai anak ketiganya.

"Saya dibantu program JKN-KIS, sejak anak pertama hingga anak ketiga," katanya.

Menurut Dahlia, biaya persalinan yang selalu menjadi momok menakutkan untuk para ibu telah teratasi. Program JKN-KIS sangat membantu para ibu, sehingga para ibu fokus memberikan gizi yang cukup buat calon bayi. Tak perlu stress untuk memikirkan biaya persalinan jual harta benda demi menutupinya karena telah terdaftar sebagai peserta dari program JKN-KIS.

"Tak sepersenpun biaya persalinan yang saya keluarkan, jika sesuai dengan kelas. Tapi jikalau kita inginkan kenyamanan apalagi setelah melahirkan, bisa saja naik kelas ke VIP tetapi harus siap juga membayar selisih. Tak ada yang berbeda dalam hal pelayanan medis, obat-obatan dan lainnya, yang ada hanya masalah privacy kamar saja.” Ungkap Dahlia.

Pentingnya mendaftarkan seluruh anggota keluarga untuk ikut berpartisipasi dalam Program JKN-KIS, karena kesehatan sangat mahal harganya. Jika kita sakit semua akan ikut sakit, tidak aka ada keseimbangan karena harus stress memikirkan biaya. Bukannya kesehatan itu datang lebih cepat malah justru lebih lama karena banyak pikiran.

“Saya berharap, masyarakat Indonesia paham akan pentingnya meng-cover kesehatan secara dini. Paham juga pentingnya disiplin membayar iuran, jangan setelah BPJS Kesehatan meng-cover seluruh biaya penyakit kita malah lupa membayar. Kita harus banyak berterimakasih dan tidak lupa diri untuk itu. Tidak berat kok, iuran per-bulan yang murah dan juga bisa sistem autodebet di bank jadi tidak ada alasan lagi untuk menunggak dalam hal iuran,” tutup Dahlia. (HS/rh)