03 Des 2018
  |  
Dilihat : 7816 kali

Terlindungi JKN–KIS, Usaha Semakin Lancar Karyawan pun Tenang

Narasumber : Chenny Maskun, Pengusaha

Pontianak, Jamkesnews – Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional bahwa kepesertaan program jaminan sosial bersifat wajib bagi seluruh penduduk indonesia, termasuk pemberi kerja atau biasa disebut Badan Usaha yang wajib mendaftarkan karyawan beserta anggota keluarganya ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat.

Chenny Maskun (50), pemilik usaha percetakan terbesar di Kalimantan Barat ini contohnya, ia sangat paham akan kewajiban pengusaha dan ia pun sangat peduli dengan kesejahteraan karyawannya, terbukti sejak tahun 2014 karyawannya sudah didaftarkan ke program Jaminan Sosial baik di BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ditemui Tim Jamkesnews pada Senin (03/12) Cenny menceritakan pengalaman pegawainya saat didaftarkan Program JKN-KIS

“Bagi saya karyawan merupakan aset yang paling penting dalam menjalankan usaha, oleh sebab itu semua hak-hak mereka harus saya penuhi dengan baik, salah satunya dengan mendaftarkan mereka pada program JKN-KIS. Ini bukan hanya sekedar  memenuhi ketentuan pemerintah, akan tetapi Program JKN-KIS memang sangat membantu karyawan dan juga saya sebagai pengusaha,” tutur Chenny.

Pernah suatu ketika salah seorang keluarga dari karyawannya sakit parah dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Beruntung Chenny telah mendaftarkan Karyawan beserta keluarganya sehingga semua pengobatan dan perawatannya dijamin program JKN-KIS.

“Puji Tuhan sampai saat ini usaha saya berjalan lancar, karyawan dapat bekerja dengan tenang dan mereka merasa diperhatikan perusahaan karena hak-hak mereka kami penuhi dengan baik sehingga mereka sangat rajin bekerja.  Jika sakit pun mereka bisa langsung menggunakan Kartu JKN-KIS tanpa perlu memikirkan biaya. Kalau sudah begini bukan hanya karyawan yang tenang tetapi perusahaan pun menjadi tenang. Program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kami,” tutur Chenny.

Chenny juga mengatakan, menjadi peserta JKN-KIS harus proaktif mencari informasi, jangan hanya menunggu diberi informasi. Kita bisa menanyakan ke Care Center BPJS Kesehatan jika masih ada yang belum diketahui atau kurang jelas. Hal itu sangat penting baginya sebab banyak sekali informasi yang perlu diketahui lebih banyak agar paham prosedur dan tidak terpengaruh informasi dari luar yang mungkin belum tentu kebenarannya.

Harapannya semoga Program JKN-KIS dapat terus berlanjut dan selalu meningkatkan kualitas layanannya. (FR/yl)