08 Nov 2018
  |  
Dilihat : 16 kali

Rujukan Online: Praktis, Mudah dan Lebih Teratur

Narasumber : dr. Dewi

Pematangsiantar, Jamkesnews – BPJS Kesehatan mulai menerapkan sistem rujukan berbasis online atau digitalisasi rujukan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Rujukan online merupakan suatu inovasi untuk mempermudah peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik dan dokter praktik perorangan bisa lebih mudah menunjuk rumah sakit rujukan untuk pasiennya.

Sebelum adanya sistem rujukan online, pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS mengalami sedikit kendala. Contohnya pasien lupa membawa surat rujukan saat berkunjung ke rumah sakit. Hal tersebut disampaikan kepada tim Jamkesnews oleh salah satu dokter di Klinik Murni Kota Pematangsiantar yang biasa disapa Dewi.

Ia mengungkapkan dengan hadirnya sistem rujukan online sejak 15 agustus 2018 lalu, diharapkan sistem tersebut mampu mengatasi masalah yang ada sekarang ini. Sebagai fasilitas kesehatan yang sudah bermitra lama dengan BPJS Kesehatan, Klinik Murni turut merasakan dua era sistem rujukan, yaitu rujukan manual dan rujukan online. Tidak hanya memberikan kemudahan dan kepastian kepada peserta JKN-KIS, sistem rujukan online juga memberikan manfaat bagi fasilitas kesehatan yang menjalaninya.

“Implementasi rujukan online ini sangat baik karena peserta mendapatkan kemudahan dan kepastian untuk mendapatkan pelayanan. Diantaranya kemudahan mendapatkan pelayanan di rumah sakit yang disesuaikan dengan lokasi jarak terdekat sesuai dengan tipe/kelas rumah sakit. Kemudian juga kita bisa melihat pelayanan spesialis yang ada di rumah sakit, baik yang sudah tersedia maupun yang belum tersedia. Pelayanan administrasi peserta pun jadi lebih mudah dan cepat karena tidak perlu input ulang data di rumah sakit. Sehingga peserta cukup bawa kartu JKN-KIS ke rumah sakit,” ungkap Dewi.

Dewi menambahkan, sistem rujukan online ini dapat membantu FKTP dalam melakukan rujukan yang tepat sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dibutuhkan pasien serta mengurai antrian yang menumpuk di rumah sakit.

Sebagai salah satu inovasi yang positif, sistem rujukan online telah membuat FKTP lebih terarah lagi dalam mengarahkan peserta ke rumah sakit sehingga membuat peserta juga lebih terarah lagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Walaupun pelaksanaan dilapangan pun terkadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya peserta yang sudah nyaman dengan rumah sakit kunjungan yang lama dan kemudian diganti sesuai dengan kompetensi dan indikasi medis peserta mengakibatkan peserta akan merasa sedikit kurang nyaman dengan hal baru tersebut.

Namun menurut Dewi, hal tersebut bukan suatu hambatan melainkan menjadi tantangan bagi Klinik Murni untuk memberikan pendekatan yang lebih baik lagi bagi pasien yang datang ke Klinik Murni untuk selalu memberikan informasi dan meyakinkan kepada peserta bahwa sistem ini dibuat untuk kemudahan dan kepastian bagi peserta. (HF/ah)