07 Nov 2018
  |  
Dilihat : 37 kali

Proteksi Diri dengan JKN-KIS

Narasumber : Neneng Mariani

Selong, Jamkesnews– Neneng Mariani (42), bidan pegawai negeri sipil (PNS) Puskesmas Sakra Kabupaten Lombok Timur, mengaku telah merasakan manfaat besar Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat melakukan pemeriksaan dan operasi jantung pada 13 Oktober 2018 lalu. Neneng menyadari bahwa pemeriksaan dan biaya tindakan operasi sangat mahal. Karenanya, ia begitu terenyuh ketika melihat kuitansi tagihan rumah sakit bertuliskan nol rupiah. 

“Allhamdulillah semua biaya pemeriksaan di RSUD dr. R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur saat saya masuk UGD dan ICU gratis, termasuk juga saat saya dirujuk ke RSU Provinsi di Mataram. Kalau tidak pakai JKN-KIS, biaya pemeriksaan bisa sampai 12 juta rupiah, dan untuk tindakan operasi jantung bisa sampai 15 juta rupiah untuk pemasangan per 1 ring,” ungkap Neneng.

Neneng pun merasa sangat berterima kasih karena telah mendapat banyak manfaat dari program JKN-KIS ini. Ia berharap pelayanan baik yang diterimanya bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadikan Program JKN-KIS ini lebih dipahami oleh semua lapisan masyarakat.

“Kemarin anak saya operasi lepas pen pada tangan kirinya di RSUD dr. R Soedjono Selong, dia dirawat di ruang Askes dan kami tidak ditarik biasa sepeserpun. Lebih-lebih pelayanan sangat bagus, perawat dan petugas rumah sakit lainnya mengarahkan kami sesuai alur pelayanan yang berlaku. Harapan saya semakin banyak juga masyarakat yang merakasan manfaat dari Program JKN-KIS ini karena musibah sakit tidak ada tahu kapan dan dimana akan menimpa kita,” jelas Neneng.

Neneng juga berkomentar terkait adanya masyarakat yang mengeluh akan tunggakan iuran yang dirasa mahal. Padahal menurutnya, iuran JKN-KIS yang harus dibayarkan setiap bulan jumlahnya tak seberapa jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh peserta tatkala jatuh sakit. 

“Iuran JKN-KIS saat ini padahal sudah sangat murah. Hanya saja mereka belum mendapat manfaat atau ada pula yang memang tidak mampu dan sengaja tutup mata. Kebiasaan itu harus mulai diubah. Anggap saja daftar dan bayaran iuran tepat waktu untuk memproteksi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya juga berharap BPJS Kesehatan dapat terus melakukan sosialisasi secara berkala mengenai hal ini,” ujar Neneng. (ay/yp)