03 Des 2019
  |  
Dilihat : 9407 kali

Kesehatan Terjamin, Berjualan Jadi Lebih Tenang

Narasumber : Endah Ruswasiati

Magelang, Jamkesnews – Endah Ruswasiati bersyukur dirinya mendapat bantuan jaminan kesehatan dari pemerintah. Sejak menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), dia lebih tenang melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pedagang nasi sayur.

“Kalau dulu sering was-was, kalau saya nanti sakit, siapa yang bayari dan biayanya dari mana. Apalagi hasil jualan tidak pasti setiap hari dapat berapa,” ujarnya kepada Jamkesnews, Minggu (24/11).

Apalagi kondisi warungnya tidak menentu, kadang ramai pembeli, kadang sepi. Hal ini sangat mempengaruhi pendapatan penjualannya. Saat ini warga Cacaban Magelang Tengah ini bisa menyisihkan keuntungan untuk ditabung dan digunakan untuk kebutuhan mendesak lainnya.

Di samping itu, dia merasa sejak adanya Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pelayanan di fasilitas kesehatan semakin baik. Masyarakat yang berobat menggunakan kartu JKN-KIS juga sangat banyak. Menurutnya, semua terlayani dengan baik.

“Program JKN-KIS sangat membantu orang-orang kecil. Yang tadinya tidak memiliki harapan hidup karena sakit, sekarang bersemangat untuk sembuh. Tapi kalau bisa memilih, meskipun kalau sakit dibayari semua alias gratis, saya ya tidak mau. Lebih baik sehat bisa dagang. Lha kalau sakit siapa yang harus menjaga warung ini,” tuturnya.

Perhatian pemerintah sangat dirasakan Endah melalui keberadaan program jaminan kesehatan ini. Ia pun berharap kepada pemerintah agar Program JKN-KIS untuk masyarakat tidak mampu tetap berjalan karena ada banyak orang yang bergantung kepada program tersebut.

“Saya sangat bersyukur, bantuan jaminan kesehatan ini sangat bermanfaat. Jangan salah, walau dapat kelas tiga, bukan berarti layanannya tidak baik. Justru banyak saya dengar dari teman-teman yang jualan sama saya, layanannya sangat baik, tidak dibedakan yang mana kelas 1, 2, atau 3. Saya juga ingin menyampaikan kepada Presiden agar program ini tetap berjalan dan jangan sampai dibubarkan, karena apabila harus membayar sangatlah berat bagi keluarga saya,” ucapnya. (ma/wt)