29 Nov 2019
  |  
Dilihat : 10665 kali

Ibu Klumpuk Hidup Sebatang Kara Tetap Terbantu KIS

Narasumber : Ibu Klumpuk (70 tahun) PBI APBN

Bojonegoro, Jamkesnews – Di Usianya yang mencapai 70 tahun, Klumpuk hidup sebatang kara di Desa kedungadem Bojonegoro. Semenjak ditinggal suami meninggal dan anak – anaknya yang harus mengadu nasib di Ambon, Klumpuk menjadi tidak memperhatikan hidupnya terutama kesehatannya. Klumpuk harus keluar masuk Rumah Sakit karena divonis sakit gastritis kronis sehingga waijib rawat inap. Hidupnya kini bergantung kepada tetangganya, Lasimah, yang berbaik hati mengurusnya.

“Saya hanya mengingat ibu saya saja, bagaimana kalau kondisinya seperti ibu Klumpuk ini, saya ikhlas merawat ibu Klumpuk ini, beliau sudah seperti ibu saya sendiri apalagi kemarin waktu jatuh sakit langsung saya larikan ke IGD RSI Muhammadiyah Sumberejo dan sampai hari ini sudah menghabiskan 3 kantong untuk transfusi darah,” ungkap Lamsiah.

Hanya berbekal Kartu Indonesia Sehat dari pemerintah pusat, Klumpuk dibantu Lamsiah memberanikan diri untuk ke Rumah Sakit.

“Kalau dulu jangankan ke rumah sakit buat sekedar beli obat saja saya tidak punya uang, apalagi kalau harus dirawat seperti sekarang ini, ya untungnya sekarang sudah punya KIS dari Pemerintah ini sehingga sekarang saya bisa lebih memperhatikan dan merawat kesehatan saya,” terang Lamsiah saat Klumpuk berbaring di ranjang rawat inapnya.

Walaupun Klumpuk terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat, Klumpuk  berterimakasih atas apa yang telah pemerintah berikan kepadanya. Bantuan-bantuan semacam inilah yang dibutuhkan seluruh masyarakat kurang mampu dalam mengakses pelayanan kesehatan yang bagus dan terbaik bagi masyarakat.

"Harapan saya semoga program JKN-KIS ini tetap ada dan berjalan dengan lancar serta dapat terus membantu orang – orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebab masih banyak masyarakat yang membutuhkan untuk berobat gratis. Pelayanan yang saya terima juga semakin hari saya lihat semakin baik, antriannya memang banyak namun selama ini kami tidak pernah dipersulit," tutup klumpuk. (ar/wr)