29 Nov 2019
  |  
Dilihat : 521 kali

JKN-KIS Ringankan Ekonomi Keluarga Marjuni

Narasumber : Marjuni, Peserta PBPU/ Mandiri Kelas 3

Jember, Jamkesnews - Marjuni, pria berusia 55 tahun merasa beruntung menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Menurutnya, program jaminan kesehatan dari pemerintah yang dijalankan oleh BPJS Kesehatan tersebut telah meringankan ekonomi keluarganya. Marjuni dan keluarganya merupakan peserta jaminan kesehatan segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang dikenal sebagai peserta mandiri. Menyesuaikan dengan kemampuannya, pria yang tinggal di Jalan Hayam Wuruk, Kaliwates, Jember memilih kelas 3. 

"Saya merasa hanya kelasnya saja yang berbeda. Tapi pelayanannya menurut saya sama saja. Kami tetap dipermudah dalam menggunakan kartu JKN ini," ujar Marjuni sembari menunjukkan KIS miliknya, Kamis (28/11).

Marjuni mengatakan bahwa selama aktif menjadi peserta Program JKN-KIS, dirinya mengaku tidak pernah menggunakan fasilitas jaminan kesehatan miliknya. Namun berbeda dengan sang istri yang telah beberapa kali menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan.

"Kalau saya Alhamdulilah diberikan kesehatan. Tapi istri saya beberapa kali memeriksakan kesehatan di Puskesmas pakai kartu ini. Alhamdulillah semuanya lancar dan gratis," ujarnya.

Marjuni menerangkan, adanya Program JKN-KIS tersebut sangat meringankan beban ekonomi rumah tangganya untuk kebutuhan pelayanan kesehatan.

"Berkat program ini saya tidak khawatir lagi soal biaya apabila ada anggota keluarga yang membutuhkan akses kesehatan yang murah dan berkualitas," tutur dia.

Selain itu, Marjuni juga mengatakan bahwa dirinya juga mengetahui adanya penyesuaian atau kenaikan tarif iuran kepesertaan Program JKN-KIS bagi peserta mandiri per tahun 2020 mendatang. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa hal tersebut tidak menbuat dirinya dan keluarganya untuk berhenti dari kepesertaan program tersebut.

"Program JKN-KIS ini sangat penting. Karena dengan adanya program ini masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan yang murah, bahkan gratis serta berkualitas," imbuhnya. (ar/al)