25 Nov 2019
  |  
Dilihat : 57 kali

GUSTI: WUJUD NYATA KEPEDULIAN PEMERINTAH MELALUI PROGRAM JKN-KIS

Narasumber : I Gusti Nyoman Suardita

Singaraja, Jamkesnews – Kepedulian pemerintah dalam hal kesehatan bagi seluruh masyarakat memang tidak perlu diragukan lagi, hal tersebut dapat dilihat dari dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang telah diundangkan pada tahun 2011 yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan telah diimplementasikan pada awal tahun 2014 lalu. Hal ini pun diakui oleh salah satu peserta JKN-KIS dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (PBI-APBN) yang telah merasakan bentuk kepedulian dari pemerintah tersebut yakni oleh I Gusti Nyoman Suardita (49). Ia pun mengungkapkan kisahnya mengidap penyakit jantung yang biaya pengobatannya dijamin sepenuhnya oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Saya terserang penyakit jantung sudah sejak tiga tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2016 silam. Awalnya saya sering mengalami rasa sesak pada dada saya, lalu saya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat saya terdaftar dan akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit. Dokter di rumah sakit mendiagnosis saya terserang penyakit jantung kronis yang harus mengonsumsi obat jantung setiap hari. Sejak saat itu saya rutin melakukan pengobatan setiap bulan menggunakan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya kepada tim Jamkesnews saat ditemui di kediamannya pada Minggu (24/11).

Ia pun mengungkapkan peran pemerintah sangat besar dalam pengobatannya. “Saya merupakan peserta JKN-KIS dari segmen peserta PBI APBN, yang iuran saya dan keluarga dibayari oleh pemerintah pusat. Saya tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan rutin saya setiap bulan, karena saya telah menjadi peserta JKN-KIS yang biaya pengobatan saya sepenuhnya dijamin oleh program JKN-KIS tanpa ada iur biaya sepeser pun. Jika saya hitung-hitung kemungkinan sudah mencapai ratusan juta rupiah biaya yang telah dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan untuk sakit jantung saya ini. Beruntungnya saya menjadi peserta JKN-KIS sehingga saya tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan saya,” ungkapnya sambil tersenyum lega.

Selain biaya ditanggung sepenuhnya, pelayanan di fasilitas kesehatan yang ia peroleh pun juga sangat memuaskan. “Saya tidak merasakan perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan antara pasien umun dan pasien dari peserta JKN-KIS. Saya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, karena sering saya dengar bahwa ada perbedaan pelayanan di fasilitas kesehatan, ternyata hal tersebut tidak benar adanya karena hal tersebut tidak saya alami ketika menjalani pengobatan hingga saat ini,” imbuhnya.

Gusti pun mengungkapkan rasa terbantunya oleh pemerintah melalui program JKN-KIS. “Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia, karena  kontribusi pemerintah sangat besar dalam pengobatan sakit  jantung yang saya derita. Saya tidak perlu lagi memikirkan iuran JKN-KIS saya beserta keluarga per bulan, karena pemerintah telah hadir untuk membayarkan iuran saya dan keluarga setiap bulannya melalui APBN. Entah biaya dari mana saya dapatkan untuk membayar iuran per bulan jika saya tidak menjadi peserta dari segmen peserta PBI APBN. Di sini wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu seperti saya. Yang saya ketahui pemerintah telah mencanangkan program mulia ini dan telah membuktikannya jika pemerintah siap menanggung iuran bagi peserta yang kurang mampu melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya sambil menunjukkan kartu JKN-KIS miliknya.

Dari pengalaman yang diceritakan tersebut, Gusti dan keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program JKN-KIS dan telah menanggung seluruh iurannya beserta keluarga setiap bulan, dan memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program karena telah menjamin sepenuhnya biaya pengobatannya dan tentunya kepada fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik pula. Semoga program JKN-KIS ini ke depannya semakin memberikan manfaat bagi masyarakat karena banyak masyarakat yang tertolong melalui program JKN-KIS seperti dirinya. (ay/dh)