21 Nov 2019
  |  
Dilihat : 9 kali

JALANI OPERASI KATARAK, CAMAT DI KECAMATAN NDONA DIBANTU JKN-KIS

Narasumber : Yohanes Ricardus Dem

Ende, Jamkesnews - Yohanes Ricardus Demu (56), seorang Camat di Kecamatan Ndona merupakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Saat ditemui oleh tim Jamkesnews di Kecamatan Ndona, Yoris panggilan akrabnya membagikan cerita tentang dirinya yang tidak khawatir untuk menjalani operasi katarak tepatnya pada tanggal 20 November 2018 silam.

“Awalnya saya merasakan keluhan mata, Saya ke salah seorang dokter di Jalan Banteng dan selanjutnya dirujuk untuk ke Rumah Sakit. Saya ikuti perintah dari dokter dan hasil diagnosisnya disarankan untuk dilakukan operasi katarak. Saya sempat khawatir dengan biaya yang cukup besar apabila dilakukan operasi. Tapi saya sangat tertolong karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit sangat baik, tidak dibeda-bedakan dan yang paling penting tidak ada biaya yang harus saya keluarkan untuk operasi, termasuk perawatan sebelum dan setelah tindakan, maupun obat-obatan ditanggung semua oleh JKN-KIS,” ujar Yoris.

Sebagai salah satu peserta yang telah terdaftar sejak program JKN-KIS pertama kali diluncurkan, Yoris mengakui bahwa sistem pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS semakin hari semakin meningkat menjadi lebih baik. Hal ini tidak terlepas dari sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya yang telah sigap dalam melakukan perbaikan sistem demi kepuasan peserta.

Jangan ragu dengan program JKN-KIS, karena saya merasakan sendiri manfaatnya ketika operasi katarak ini. Pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak dikenakan biaya sedikit pun. Tentunya peran serta kita untuk mendukung JKN-KIS, dalam bentuk membayar iuran secara rutin atau menyampaikan informasi ke BPJS Kesehatan ketika mengalami kendala, sangat diperlukan untuk menyukseskan program JKN-KIS. Oleh karena itu, besar harapan saya program JKN-KIS ini terus dapat memberikan perlindungan bagi seluruh penduduk Indonesia,” tutup Yoris sambil tersenyum. (ay/PR)