08 Nov 2019
  |  
Dilihat : 23 kali

Menjadi Kader JKN-KIS, adalah Upaya Saya Menjaga Kesinambungan Program JKN-KIS

Narasumber : Mira Mardesa

Luwuk, Jamkesnews – Mira Mardesa (39) adalah satu kader JKN-KIS BPJS Kesehatan Kantor Cabang Luwuk, sudah lebih kurang satu tahun Mira biasa ia disapa menjalani hari-harinya menjadi Kader JKN-KIS.

Kader JKN-KIS merupakan individu yang bekerjasama sebagai mitra BPJS Kesehatan berdasarkan hubungan kemitraan yang menjalankan sebagian fungsi BPJS Kesehatan dalam suatu wilayah tertentu yaitu fungsi pengingat dan kolekting iuran bagi PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) menunggak, fungsi pemasaran sosial, fungsi administrasi kepesertaan dan fungsi pendamping pelayanan kesehatan baik dalam pemberian informasi, edukasi dan koordinasi pelayanan keluhan.

Mira menceritakan kepada Tim Jamkesnews tentang pengalaman yang dia dapatkan di lapangan sebagai Kader JKN-KIS, “sehari sebelum melakukan kunjungan saya biasanya datang ke Kantor Cabang untuk meminta data  peserta mandiri yang memiliki tunggakan kepada PIC Kader JKN-KIS, setelah itu saya menyiapkan surat penagihan dan form kunjungan. Dalam satu hari biasanya saya melakukan kunjungan ke 15 Keluarga yang iuran JKN-KIS nya menunggak”, ungkap Mira (07/11).

Ketika berkunjung ke rumah-rumah peserta PBPU menunggak, selain memperkenalkan diri terlebih dahulu Kader JKN pun harus menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya. Kader JKN berfungsi sebagai pengingat iuran, apabila peserta ingin melakukan pembayaran, juga dapat melalui Kader JKN karena telah menjadi agen PPOB (Payment Point Online Bank).

Mira juga mengatakan kalau dia sangat bangga ikut berpartisipasi dalam program baik ini, karena menurutnya program ini sasarannya sangat jelas karena membantu jaminan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat.

“Saya bangga bisa menjadi kader JKN, karena dapat ikut berpartisipasi dalam program baik ini, program ini telah terbukti banyak membatu masyarakat. Saya sendiri juga telah merasakan manfaat dari program ini. Saat sakit, kita tidak pernah tau berapa biaya yang harus kita keluarkan, orang kaya saja bisa tiba-tiba miskin karena biaya pengobatan yang sangat mahal. Tapi dengan adanya program ini kita tidak perlu lagi khawatir, cukup dengan membayar rutin iuran dan melakukan pembayaran tepat waktu kita tidak perlu cemas saat sakit”, ujar Mira sambil tersenyum.

Berbagai tanggapan dan komentar dilontarkan oleh masyarakat ketika melakukan kunjungan. “Saat melakukan kunjungan ke masyarakat, saya menemui banyak orang dengan berbagai macam latar belakang dan dapat mendengar langsung komentar mereka tentang program ini, umumnya mereka puas dengan program ini dan sangat mendukung program ini. Tapi ada juga yang beranggapan negatif karena pelayanan yang kurang memuaskan. Disinilah peran saya, selain melakukan kunjungan untuk mengingatkan tentang iuran JKN-KIS, saya juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai penggunaan dan manfaat kartu JKN-KIS”, tutur Mira.

Himbauan membayar iuran oleh peserta tidak lupa disampaikan. “Saya sangat berharap agar program ini terus berjalan dan menghimbau kepada masyarakat agar selalu membayar iuran JKN-KIS tepat waktu setiap bulannya, karena program ini tidak akan berjalan baik kalau tidak ada dukungan dari semua peserta dalam membayarkan iurannya” tutup Mira.