07 Nov 2019
  |  
Dilihat : 194 kali

Goldy Peneliti Bertalenta Yang Akui JKN-KIS Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Narasumber : Gholdy Fariz Dharmawan

Denpasar, Jamkesnews – Gholdy Fariz Dharmawan yang baru menginjak usia 24 tahun ini adalah salah seorang peneliti Indonesia yang kini bekerja sebagai peneliti di SMERU. Ia telah menyelesaikan sarjananya di Universitas Indonesia di bidang Ekonomi. Dikutip dari situs www.smeru.or.id, ia telah banyak mendapatkan penghargaan atas sumbangsih pemikirannya, salah satunya dari XL Future Leaders Scholarship Program yang rutin mengadakan konferensi, pelatihan kepemimpinan, dan proyek sosial. Ia juga pernah menerima ASEAN International Mobility Students Award yang memberinya kesempatan untuk menempuh pendidikan tanpa gelar di luar negeri selama enam bulan. Pada tahun 2017, ia menerima Golden Award pada Sharia Economics Days (SECOND) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, atas artikelnya yang berjudul Loss Aversion in the Quran.

Ia juga menyelesaikan studi sarjana dengan predikat cum laude dan mendapatkan penghargaan FEB UI Most Inspiring Students pada 2017. Pada tahun 2019 ia kembali menorehkan prestasi atas sumbangsih pemikirannya dari BPJS Kesehatan sebagai juara satu kontestasi analis data sampel BPJS Kesehatan Tahun 2019.

Saat ditemui tim Jamkesnews setelah memaparkan hasil penelitiannya pada kegiatan Annual Scientific Meeting The 6th Indonesian Health Economics Association (InaHEA) yang diselenggarakan di Bali pada Kamis (07/11), ia mengungkapkan banyak manfaat yang diperoleh masyarakat Indonesia setelah adanya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kami meneliti mengenai dampak JKN-KIS terhadap kemiskinan. Kita melihat sebenarnya dengan adanya JKN-KIS ini dampak terhadap kemiskinan di Indonesia seberapa besar sih, lalu ketika JKN-KIS tidak ada berapa jiwa yang akan merasakan dampak kemiskinan yang akan terjadi,” tuturnya saat ditemui tim Jamkesnews setelah menerima penghargaan.

“Penelitian yang kami lakukan ditujukan untuk melihat dampak program JKN-KIS terhadap kemiskinan di Indonesia, berdasarkan sampel penelitian ini kami melihat program JKN-KIS ini telah menyelamatkan 900 ribu jiwa hingga 1,5 juta orang dari yang tidak miskin (mampu.red) menjadi tidak miskin sedangkan untuk masyarakat miskin menjadi jatuh miskin lagi program JKN-KIS telah menyelamatkan sekitar 15 juta orang,” tambahnya.

Kegiatan kontestasi analisis data sampel BPJS Kesehatan Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini menurutnya sangat penting karena mendorong peneliti untuk lebih giat melakukan penelitian terhadap fenomena pelayanan kesehatan yang terjadi setelah era JKN-KIS, selain itu dengan hasil penelitian yang telah dilakukan teman-teman peneliti dapat memberikan bantuan kepada pemerintah untuk menentukan kebijakan yang relevan ke depannya.

Dalam sesi terakhir percakapan dengan tim Jamkesnews, Goldy optimis dan berharap agar program JKN-KIS dapat terus berlanjut karena memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan di Indonesia. (RA/ay)