07 Nov 2019
  |  
Dilihat : 20 kali

RUSLY : LAHIRAN ANAK KEDUA SAMPAI ANAK KEEMPAT DIJAMIN JKN-KIS

Narasumber : Rusly

Palu, Jamkesnews -  Mengingat besarnya biaya pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan sudah banyak masyarakat yang mempersiapkan diri dengan jaminan kesehatan untuk perlindungan kesehatan jika sewaktu-waktu sakit. Jaminan kesehatan tentunya sekarang ini menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Rusly (33) yang kesehariannya sebagai seorang pedagang ayam merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Jaminan kesehatan yang iurannya menjadi tanggungan pemerintah menurut Rusly sama saja dengan peserta yang membayar sendiri karena pelayanan yang diterima di fasilitas kesehatan sama.

“Saya dan istri memang termasuk dalam keluarga yang tidak mampu. Terdaftar sebagai PBI kami sangat bersyukur karena iurannya menjadi tanggungan pemerintah. Pendataan tersebut dari kelurahan setempat untuk didaftarkan agar masyarakat yang tidak mampu memiliki jaminan kesehatan gratis dan alhamdulilah saya dan keluarga masuk dalam pendataan tersebut dan sampai sekarang masih menjadi tanggungan. Jujur saja kami memiliki empat orang anak dan tidak bisa dibayangkan untuk membiayai biaya bersalin sebelumnya di Rumah Sakit kami tidak akan mampu namun alhamdulilah kami telah memiliki kartu JKN-KIS,” ungkapnya pada tim Jamkesnews, Rabu (07/11).

Saat lahiran anak kedua, ketiga sampai anak keempat Rusly menggunakan kartu JKN-KIS di Rumah Sakit dan semuanya gratis tanpa ada biaya.

Anak keempat Rusly baru saja lahir tiga bulan yang lalu dan maksud kunjungan ke Kantor BPJS Kesehatan Palu untuk merubah data kepesertaan yaitu nama anaknya yang baru lahir sesuai nama yang tertera di akte kelahiran. Menurutnya program JKN-KIS sangat membantu dan sebagai penolong bagi masyarakat yang tidak memiliki biaya untuk berobat.

“Bersyukur sekali kami keluarga telah terdaftar dalam program JKN-KIS, saya tidak bisa membayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk biaya di Rumah Sakit mengingat pendapatan setiap hari tidak seberapa karena harus memenuhi kebutuhan pokok setiap hari dulu” ungkap Rusly. (tt/vm)