07 Nov 2019
  |  
Dilihat : 175 kali

JAUH BERBEDA DENGAN DEBT COLLECTOR, BEGINI TUGAS KADER JKN

Narasumber : Fatimah

Palu – Jamkesnews, Pada umumnya fungsi seorang kader adalah untuk mendukung dan membantu tugas serta fungsi suatu organisasi. Menjadi seorang kader adalah pilihan Fatimah (38) selain pekerjaannya sebagai honorer juga di salah satu Kantor Kelurahan. Fatimah merupakan seorang Kader JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Palu yang sudah hampir tiga tahun dijalaninya sejak tahun 2016.

Kader JKN-KIS merupakan individu yang bekerjasama sebagai mitra BPJS Kesehatan berdasarkan hubungan kemitraan yang menjalankan sebagian fungsi BPJS Kesehatan dalam suatu wilayah tertentu yaitu fungsi pengingat dan kolekting iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi administrasi kepesertaan dan fungsi pendamping pelayanan kesehatan baik dalam pemberian informasi, edukasi dan koordinasi pelayanan keluhan.

Awal Fatimah menjadi seorang kader adalah direkomendasikan oleh kelurahan dan seiring berjalannya waktu selama menjadi kader beberapa bulan sempat berpikir untuk tidak ingin melanjutkan karena pada waktu itu Fatimah juga memiliki seorang bayi. Namun akhirnya Fatimah mulai menikmati profesinya sebagai seorang kader.

“Menjadi seorang kader adalah tugas mulia menurut saya meskipun ada suka dukanya dalam membimbing peserta untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang peserta JKN-KIS,” Tutur Fatimah.

Banyak kondisi di lapangan yang didapati oleh Fatimah ketika peserta sakit baru ingin membayar iuran disitulah bagaimana cara seorang kader untuk mengajak para peserta menghimbau untuk tidak membayar pada waktu sakit saja melainkan dapat rutin untuk membayar apabila sedang sehat  karena iuran yang dibayarkan dapat membantu peserta lain yang sakit.

“Tugas seorang kader sangat jauh berbeda dengan istilah yang sering kita dengar penagih hutang (Debt Collector). Bagi peserta yang mungkin kekurangan informasi terkait dengan program JKN-KIS maupun kekurangan akses untuk melakukan pembayaran iuran dapat langsung ditanyakan kepada kami. Kami akan menginformasikan channel pembayaran yang tersedia atau bisa juga melalui Payment Point Online Bank (PPOB) yang kami miliki,” Tuturnya.

Fatimah juga menyampaikan pada tahun ketiga Fatimah menjadi seorang kader alhamdulilah sudah banyak peserta yang sudah lebih paham lagi atas kewajiban yang harus mereka penuhi. Himbauan untuk rutin membayar iuran sudah lebih banyak diterima oleh peserta mengingat manfaat yang nantinya akan diterima sangat besar dibandingkan iuran yang dibayarkan. Namun ada juga yang belum berkeinginan untuk membayar karena keterbatasan dana yang dimiliki karena sudah lama menunggak.

Bagaimana cara seorang kader untuk mengajak peserta yang menunggak adalah bukan dengan cara memaksa untuk melunasi namun memberikan edukasi dan informasi terkait manfaat yang akan diterima jika rutin membayar. Fatimah tak henti-hentinya bekerja cekatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang kader.

“Sebagai seorang kader JKN saya selalu mengingatkan kepada peserta untuk rutin membayar iuran karena program JKN-KIS adalah program yang sangat membantu masyarakat tanpa harus khawatir akan biaya untuk berobat. Apabila masih ada peserta yang belum terlalu paham dengan program ini dapat menanyakan hal tersebut melalui Kader JKN,” Tutup Fatimah. (tt/vm)