17 Okt 2019
  |  
Dilihat : 6724 kali

Mahasiswi Zaman Now Harus Punya Kartu JKN-KIS

Narasumber : Thea Refoulia Tagas, Mahasiswi

Pontianak, Jamkesnews – Thea Refoulia Tagas (21) merupakan seorang Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak.  Saat ini Thea sapaan akrabnya, tengah sibuk menyusun tugas akhir (skripsi) agar segera mendapat gelar Sarjana Hukum.

Pagi ini Thea sengaja mengunjungi kantor BPJS Kesehatan Cabang Pontianak. Kedatangannya ternyata dengan maksud meminta beberapa data pendukung untuk penyelesaian tugas akhirnya. Thea mengaku sangat tertarik mendalami terkait Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Baginya perlindungan kesehatan harus menjadi prioritas kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Saya sangat peduli dengan dunia kesehatan, meskipun tidak kuliah di bidang kesehatan. Menurut saya perlindungan kesehatan itu wajib diprioritaskan seseorang agar dapat menjalankan seluruh aktivitas dengan tenang dan nyaman. Jika sakit semua aktivitas kita sudah pasti lumpuh, ditambah lagi jika kita tidak memiliki biaya untuk berobat tentu akan menyusahkan banyak orang,” tutur Thea.

Sepanjang mempelajari produk asuransi Thea mengaku Program JKN-KIS sudah sangat komplit. Dari segi biaya, fasilitas, akses pelayanan, semuanya mudah dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan minimal Rp.25.500,- rasanya belum ada asuransi yang bisa membiayai begitu banyak pelayanan dan pengobatan kesehatan.

Hanya saja Thea masih merasa pilu, karena ia mendengar masih banyak sekali masyarakat yang seharusnya dapat membayar iuran secara tertib. Untuk itulah Thea mengambil judul terkait kewajiban peserta JKN-KIS membayar iuran.

“Saya ingin tahu lebih dalam kira-kira apa yang menjadi penyebab ada masyarakat berperilaku yang menurut saya melanggar ketentuan. Mungkin saja karena sanksi yang didapatkan tidak terlalu berarti atau memang masyarakat kesulitan untuk membayar iuran. Harusnya ini jangan sampai terjadi. Bagaimanapun gotong-royong dari masyarakat menentukan keberlangsungan program ini,” tutur Thea.

Jika dipikir iuran sebersar Rp25.500,- perbulan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan gaya hidup kebanyakan masyarakat saat ini. Biaya pulsa handphone saja bisa minimal Rp50.000,- belum lagi jika merokok pasti bisa mengeluarkan lebih dari seratus ribu setiap bulannya. Bagi Thea perlindungan kesehatan harus menjadi prioritas dalam kehidupan.

“Saat ini informasi sangat mudah didapatkan, melalui handphone saja kita sudah bisa mencari informasi apapun yang dibutuhkan. Apalagi terkait program JKN-KIS yang sudah dilengkapi dengan Aplikasi Mobile JKN. Yang belum punya ayo segera download! mendaftarnya gampang, menggunakannya gak ribet, apalagi untuk urusan administrasi cukup pake aplikasi Mobile JKN udah beres. Untuk mahasiswa yang kuliahnya jauh dari orang tua Kudu siap nih dengan kartu JKN-KIS. Tidak perlu khawatir dengan domisili karena pelayanan peserta JKN-KIS dapat diakses dimanapun di seluruh wilayah Indonesia,” tutup Thea. (FR/yl)