27 Sep 2019
  |  
Dilihat : 9880 kali

Perjuangan Ansori Melawan Kanker Laring bersama JKN-KIS

Narasumber : Ansori Soleh

Bengkulu, Jamkesnews – Di era modern saat ini penyakit katastropik dapat berisiko mengubah kondisi finansial masyarakat. Namun dengan adanya Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, risiko tersebut dapat terhindarkan.

Sudah banyak masyarakat yang terbukti sangat terbantu dengan kehadiran program jaminan kesehatan ini. Salah satunya adalah Ansori Soleh (54), seorang warga penduduk Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Hidup Ansori benar-benar berubah drastis semenjak ia didiagnosa terkena kanker laring. Ansori dulunya merupakan seorang pekerja di perusahaan tambang sebagai seorang supervisor  di daerah Lahat. Ia sudah terbiasa hidup di area pertambangan dengan pola hidup yang keras.

“Badan saya dulu gemuk, besar dan sehat pak, saya terbiasa naik turun gunung dan medan yang berat pada saat melaksanakan survei. Dulunya saya peserta dari segmen badan usaha, namun setelah jatuh sakit saya keluar dari perusahaan dan sekarang menjadi peserta JKN-KIS dengan membayar pribadi. Sejak sakit saya cuma bisa hidup dengan bekerja sebagai petani,” kenang Ansori saat berbincang dengan Jamkesnews, Kamis (26/09).

Ansori menjelaskan, awalnya ia sering rutin berobat ke dokter setiap bulannya dengan keluhan radang tenggorokan namun tidak kunjung sembuh. Hampir setiap bulan ia berobat dengan keluhan yang sama.

"Karena sakit terus, saya dirujuk ke RS AK Ghani Palembang. Di sana dari hasil pemeriksaan dokter mengatakan saya terkena kanker laring stadium 4A. Banyak sekali tindakan yang harus saya jalani. Kemoterapi 12 kali, radiasi 35 kali, sampai akhirnya saya tidak hitung lagi saking banyaknya,” terang Ansori.

Ansori bersyukur, selama proses berobat, tak sekalipun ia dikenai kewajiban membayar tagihan. Menurutnya, semua itu karena sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur.

“Buat saya pribadi saat ini lebih terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini. Kalau pakai biaya sendiri, tentu keluarnya jauh lebih banyak daripada uang buat bayar iuran BPJS Kesehatan tiap bulan. Mudah-mudahan peserta yang lain bisa sehat selalu, jangan sampai sakit seperti saya,” harap Ansori. (RW/dw)