10 Sep 2019
  |  
Dilihat : 276 kali

JKN-KIS, Dari Kita Untuk Kita

Narasumber : Suriadin Pinem

Karo, Jamkesnews – Menemani keponakannya yang sedang berobat karena demam tinggi, Suriadin Pinem (43) dengan sabar menunggu di ruang tunggu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mina Kabanjahe, Kabupaten Karo. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai supir angkutan kota ini ingin memastikan bahwa sang keponakan baik-baik saja.

“Sudah 3 hari demamnya tidak turun meski sudah diberikan obat penurun demam. Tadi pagi justru muntah dan sudah lemas sekali. Jadi langsung saya bawa kemari saja. Langsung diperiksa dokter di ruang UGD dan sekarang sedang menunggu hasil cek darahnya. Mudah-mudahan hanya demam biasa saja,” tutur Suriadin kepada tim Jamkesnews, Jumat (06/09).

Ditengah kekhawatirannya itu terselip sebuah kelegaan ketika Suriadin menceritakan bahwa pengobatan keponakannya ini menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Pakai KIS, selalu pakai KIS, kalau saya dan keluarga berobat. Sangat bersyukur dengan adanya program ini. Kalau dibandingkan dengan dahulu sebelum ada program ini, masyarakat terlebih yang menengah ke bawah sangat jarang mau berobat ke puskesmas atau rumah sakit karena kendala biaya. Sekarang, alhamdulillah hal itu tidak menjadi kendala lagi,” ujar ayah dari 2 orang anak ini.

Menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak tahun 2015 telah banyak memberikan cerita manis kepada Suriadin dan keluarga. Ia bersyukur Pemerintah sangat memperhatikan hak-hak warga negaranya dalam hal kesehatan terlebih masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperoleh pelayanan kesehatan dikarenakan faktor ekonomi seperti Suriadin.

“Tetangga saya di kampung juga hampir semuanya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, baik yang ditanggung pemerintah maupun yang bayar sendiri (read-PBPU). Hal ini menjadi bukti bahwa JKN-KIS telah memberi manfaat yang sangat besar terhadap kami, mengangkat sebagian beban kami ketika sakit datang melanda,” ucap Suriadin.

Di akhir perbincangannya, pria kelahiran Sidikalang, Kabupaten Dairi ini berharap agar seluruh pihak dapat terlibat demi berjalannya Program JKN-KIS.

“Pemerintah membentuk Program ini demi memastikan kesehatan semua penduduk Indonesia terjamin. Tugas kita adalah turut berpartisipasi untuk mendukungnya. Jika ada yang masih kurang, marilah sama-sama kita perbaiki karena pada akhirnya Program ini untuk kita juga. Dari kita untuk kita,” tutupnya. (hf/cs)