10 Sep 2019
  |  
Dilihat : 423 kali

MENJADI KADER JKN, LEBIH DEKAT DENGAN MASYARAKAT

Narasumber : Kader JKN, Paisal (32 Tahun)

Palopo, Jamkesnews - Paisal seorang kader JKN yang bertugas dibawah tanggung jawab Kantor Cabang Palopo. Paisal merupakan kader berprestasi dengan capaian yang tinggi diantara teman-teman lainnya. Semangatnya menjadi Kader JKN, sangat patut diapresiasi.

Awal mulanya paisal adalah tenaga kerja suka rela yang bekerja pada dinas sosial, jiwa sosial yang tinggi itulah yang membuat paisal sangat suka berinteraksi langsung kepada masyarakat. Ketika ditawari menjadi kader JKN, tanpa berpikir panjang paisal langsung menerimanya.

“Saya sangat mencintai dan menikmati pekerjaan menjadi Kader JKN, mengapa saya mengambil pekerjaan ini karena saya cinta dengan kehidupan sosial. Bersosialisasi dengan banyak orang, terjun langsung merasakan dan membantu keadaan masyarakat sekitar,” ujar Pria yang telah berusia 32 tahun ini.

Semua orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dan setara. Banyak masyarakat yang kurang paham soal itu, bagaimana cara mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut, terkendala masalah pembayaran iuran misalnya desanya jauh dari PPOB, tidak tahu pemanfaatan kartu JKN-KIS, dan sosialisasi-sosialisasi yang sangat bermanfaat bagi warga di desa.

Demi memaksimalkan peran sertanya terhadap Program JKN-KIS, Paisal memperkaya pengetahuannya tentang program ini. Belajar lebih dalam, agar pengetahuan itu mampu dia tularkan kepada masyarakat.

“Saya ingin orang-orang di desa binaan saya itu semua bisa menjadi peserta yang tanggap terhadap kesehatan mereka. Terkadang banyak yang sakit tetapi mereka takut berobat, terutama buat para orangtua yang hidupnya jauh dari teknologi yang merupakan gerbang informasi,” tambah Paisal.

Paisal mengungkapkan bahwa menjadi Kader JKN, harus mempunyai strategi, baik dalam memberikan informasi ataupun dalam hal penagihan iuran.

“Saya lebih memfokuskan untuk penagihan iuran yang besar, tetapi tetap mengingatkan peserta menunggak dengan iuran kecil. Karena pada dasarnya peserta menunggak dengan iuran yang kecil itu sudah punya kesadaran untuk membayar hanya saja mungkin karena kesibukan makanya tidak sempat dalam melakukan pembayaran, jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Nah, beda dengan iuran yang besar harus ekstra sabar dan melakukan pendekatan khusus. Tidak melulu soal tagih menagih, mulai dari pendaftaran dan lain-lain yang sifatnya membantu masyarakat pasti saya lakukan. Dari semua kasus, Alhamdulillah semua terselesaikan dengan baik,” kata Paisal

Di akhir perbincangannya dengan Tim Jamkesnews, Paisal berharap semoga kedepannya BPJS Kesehatan semakin pro aktif dalam memberikan sosialisasi-sosialisasi lagi terkait kebijakan terbaru misalnya dari kantor pusat. Pembagian leaflet tetap ada, karena di pedesaan susah akses untuk informasi yang bersifat elektronik atau internet. Jadi alangkah baiknya tetap ada yang manual seperti pembagian leaflet. (rh)