12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 16 kali

Hamil dengan Eklamsia, Feri Tertolong oleh JKN-KIS

Narasumber : Feri

Sleman, Jamkesnews - Tidak semua wanita menjalani masa kehamilan dengan lancar. Ada beberapa dari ibu yang hamil mengalami tekanan darah tinggi dan apabila tidak ditangani secara tepat maka bisa berakibat kurang baik terhadap ibu dan janin yang di kandungnya.

Kondisi ini adalah adanya tekanan darah tinggi yang menyebabkan rusaknya organ pada tubuh dan ditemukannya protein dalam urine. Kondisi ini disebut dengan preeklamsia yang biasa terjadi setelah lima bulan kehamilan. Tanda-tandanya antara lain sakit kepala yang tidak tertahankan, mual, muntah, sesak napas, penglihatan kabur, nyeri di perut kanan atas, jumlah urine menurun, kadar trombosit menurun, dan adanya gangguan pada fungsi organ hati.

Feri Parlina (42), peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang tinggal di Gamping Ambarkerawang Sleman, awalnya tidak mengetahui jika dirinya hamil. Ia baru sadar ketika usia kehamilannya masuk trimester tiga atau usia kandungan tujuh bulan.

“Saya sangat terkejut ketika mengetahui bahwa saya hamil tujuh bulan dan kemudian segera saya periksakan ke dokter keluarga namun disana disarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis kandungan,” ujar Feri, Jumat (01/08).

Ini adalah kehamilan anak ketiga Feri. Di usianya yang sudah di atas empat puluh tahun, ada kekhawatiran sendiri bagi dirinya, karena bagi wanitia dengan usia tersebut memiliki banyak risiko ketika hamil lagi. Kekhawatirannya bertambah ketika dokter menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dia pun lantas dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Hasilnya setelah dikonsultasikan dengan dokter, disarankan besok ketika saatnya melahirkan harus dilakukan tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang ada dalam kandungan.

“Ternyata saya menderita eklamsia (hipertensi dalam kehamilan). Kata dokter ini adalah kondisi terparah terkait hipertensi dalam kehamilan, jadi harus segera dilakukan tindakan medis. Ketika usia kehamilan tujuh bulan mendekati delapan bulan, dokter menyarankan agar bayi segera dikeluarkan dari kandungan,” kata Feri.

Akhirnya dokter melakukan tidakan operasi caesar dan buah hati Feri terlahir dengan berat badan 1,8 kilogram, kemudian masuk dalam inkubator selama sepuluh hari.

“Peran serta BPJS Kesehatan dalam proses persalinan anak saya sungguh luar biasa. Saya merasa lega bukan main karena seluruh biaya pengobatan sampai dengan kelahiran anak saya semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan, termasuk ketika anak saya dalam inkubator selama sepuluh hari. Saya sangat berterima kasih atas semuanya,” ucap Feri. (ma/as)