12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 28 kali

Lega Cuci Darah Rutin Dibiayai Negara

Narasumber : Yanto

Curup, Jamkesnews - Yanto (52) merupakan salah seorang dari ratusan juta jiwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang merasakan besar manfaat dari program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan ini. Yanto dan keluarganya merupakan peserta JKN-KIS dari sektor PBI yang iurannya dibayarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rejang Lebong.

“Awalnya kami diberikan KI  ini sama perangkat desa. Lalu diberi tahu bahwa kami bisa berobat secara gratis. Wah, rasanya bersyukur sekali karena memang penduduk desa lainnya ada yang sudah dapat duluan. Ternyata kami sekeluarga juga dapat, alhamdulillah. Rasanya lega sekali mengetahui bahwa kami sudah punya jaminan kesehatan ditambah lagi iurannya dibayarkan sama pemerintah,” ujarnya kala menjalani prosedur cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah Curup, Senin (12/08).

Yanto yang berprofesi sebagai petani ini mengakui sudah menjalani hemodialisa ini sejak awal tahun 2019. Agar kondisinya stabil, ia harus menjalani perawatan hemodialisa sebanyak dua kali dalam seminggu.

"Jadwal cuci darahnya saya itu biasanya di hari Rabu dan Sabtu. Harus patuh sama jadwalnya. Saya juga selalu usahakan untuk rutin karena kalau nggak cuci darah badan rasanya sakit semua. Di awal tahun kemarin saya drop dan harus di rawat inap. Dokter bilang harus cuci darah karena memang selama ini saya sudah lama menderita darah tinggi dan sudah bergantung dengan obat-obatan. Sebenarnya sudah diantisapasi jauh-jauh hari, tapi apa boleh buat ternyata harus cuci darah rutin. Dijalani saja dengan sabar. Semoga semakin hari keadaannya bisa semakin baik,” ujarnya.

Yanto juga dengan senang hati berbagi pengalamannya selama menjalani proses cuci darah selama ini di RSUD Curup. Menurutnya, asal semua administrasi sudah dilengkapi sejak awal dan mengikuti prosedur berobat yang benar, pelayanan yang ia peroleh terbilang cepat.

“Untuk prosesnya sangat sederhana, tinggal lapor saja. Tapi kalau boleh saya memberikan pendapat akan lebih baik kalau mesinnya  ditambah lagi. Ruangannya juga kalau boleh lebih luas jadi yang menunggui juga enak. Kalau semuanya sudah ditambah maka antriannya tidak terlalu lama lagi. Karena kan pasien cuci darah dari Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong semuanya berobat ke sini,” ujarnya. (RW/ds)