12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 11 kali

Lebih Suka Sehat Meski Sudah Terproteksi JKN-KIS

Narasumber : Muhammad Husen (Peserta PPU)

Jakarta Pusat, Jamkesnews - Menjadi bagian dalam kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membuat Muhammad Husen merasa lebih bermanfaat bagi orang lain. Terdaftar sebagai peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dari salah satu badan usaha di Jakarta membuatnya bersyukur karena telah diproteksi dengan jaminan kesehatan yang menurutnya sangat penting bagi istri dan anaknya.

“Hari kebetulan saya libur, mau cari tahu informasi kalau mau ubah lokasi fasilitas kesehatan (faskes) itu bagaimana. Soalnya teman-teman di kantor bilang pakai Mobile JKN saja. Nah, ini yang saya belum tahu caranya. Karena kebetulan rumah saya dekat, jadi saya inisiatif datang ke sini,” tutur Husen saat berkunjung ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Jumat (09/08).

Husen pun mengapresiasi BPJS Kesehatan yang telah memudahkan peserta dalam urusan pelayanan kepesertaan. Dengan adanya aplikasi Mobile JKN, kini banyak kemudahan yang telah ia dapatkan. Selain itu dengan adanya petugas pada anjungan Mobile JKN yang ada di kantor cabang cukup banyak memberikan informasi perihal Program JKN-KIS kepada dirinya.

“Sekarang jika butuh mencetak kartu dan ubah faskes saya tidak perlu lagi berkunjung ke kantor cabang ataupun lapor HRD perusahaan karena semuanya bisa dilakukan melalui Mobile JKN yang ada di handphone. Beruntung bisa ke kantor BPJS Kesehatan hari ini, petugasnya sangat ramah dan telah memberikan info terbaru secara lengkap. Jadi sekarang sudah tidak ketinggalan informasi lagi,” senyumnya.

Ia mengatakan, Program JKN-KIS telah memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Hal ini pun disadari Husen yang bahkan belum pernah memanfaatkan secara langsung program ini. Ia juga menjelaskan program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik masyarakat golongan  mampu maupun masyarakat golongan kurang mampu.

"Masyarakat yang mampu pun bisa jatuh miskin jika menghadapi penyakit yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang mahal jika tidak ada jaminan kesehatan yang bisa menolongnya. Makanya, walau sudah punya, saya dan keluarga maunya sehat terus, jadi tidak perlu pake kartu ini. Biar bisa lebih berguna buat yang membutuhkan,” tambahnya.

(EM/rr)