12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 30 kali

Sabirin Optimis Bisa Sembuh Total dengan JKN-KIS

Narasumber : Sabirin

Curup, Jamkesnews - Berbicara tentang penyakit, sungguh tidak ada satu manusia pun yang menginginkan kehadirannya. Selain itu, kita juga tidak akan tahu kapan pasti sakit akan mendatangi kita. Oleh sebab itu, merupakan sebuah tindakan bijaksana apabila sejak dini kita melindungi diri sendiri beserta dengan seluruh anggota keluarga ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sabirin (69) merupakan salah seorang dari ratusan juta peserta JKN-KIS yang merasakan manfaat dari program jaminan kesehatan tersebut. Peserta JKN-KIS dari sektor Penerima Bantuan Iuran (PBI) tanggungan Kabupaten Lebong mengatakan, JKN-KIS telah menyelamatkannya dari keputusasaan karena harus menjalani cuci darah seumur hidup.

“Wah kalau nggak ada Program JKN-KIS, nggak tahu lagi saya harus bagaimana. Saya sudah tua dan sudah tidak bisa cari uang lagi. Sudah sejak lama saya hidup dengan anak saya, menjadi tanggungan mereka. Seperti roda yang berputar. Kalau dulu saya yang urus mereka, sekarang gantian mereka yang urus saya. Kalau mereka juga harus memikirkan biaya berobat saya, nggak tega rasanya,” ujar Sabirin, Senin (12/08).

Saat ditemui dikala menjalani prosedur cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup, Sabirin bercerita bahwa ia sudah menjalani hemodialisa ini sejak tahun 2017. Penyakit gagal ginjal yang dideritanya memaksanya harus menjalani perawatan ini demi kelangsungan hidupnya.

“Sudah 6 bulan belakangan ini cuci darahnya sebulan dua kali. Kalau dulu kan dua kali dalam seminggu, sekarang hanya dua kali sebulan. Alhamdulillah, berarti kondisi saya membaik. Saya berharap semoga bulan depan sudah satu kali saja dalam sebulan, lalu sembuh total. Kata orang mustahil, tapi saya masih berharap semoga bisa sembuh,” ujarnya optimis.

Sabirin juga membagikan perjuangan yang ditempuhnya selama menjalani perawatan cuci darah ini.

“Saya tinggalnya di Bingin Kuning, Itu di Kabupaten Lebong. Tapi di RSUD Lebong nggak ada pelayanan hemodialisa jadinya harus ke Curup. Berangkatnya saja perlu waktu satu jam, lalu pulangnya lagi satu jam. Nggak apa-apa yang penting saya bisa sehat. Saya juga berharap anak saya nggak bosan menemani saya berobat,” ujarnya.

Di penghujung kunjungan kali ini, Sabirin juga mengutarakan niatan hatinya untuk bisa terus hidup dengan semangat dan untuk terus bersyukur.

“Walaupun saya sudah tua, tapi saya tetap semangat untuk bisa terus hidup. Sekarang saya sudah tidak mengonsumsi obat lagi. Doakan saya ya,”  ucapnya sambil tersenyum. (RW/ds)