12 Agt 2019
  |  
Dilihat : 224 kali

JKN-KIS Kembalikan Cahaya bagi Penglihatan Mirza

Narasumber : Eni

Pekalongan, Jamkesnews – Manfaat menjadi peserta JKN-KIS banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Eni. Ditemui dalam kunjungan tim Jamkesnews di Puskesmas Bandar pada Kamis (01/08),  Eni menceritakan pengalamannya tertolong oleh Program JKN-KIS. Awal mulanya adalah ketika anak semata wayangnya, Mirza mengalami sakit mata kirinya sekitar tahun 2017.

"Saat dibawa ke Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan, dokter mendiagnosa awal Mirza menderita uveitis. Lalu setelah dirawat dan observasi oleh dokter selama 5 hari ternyata Mirza mengalami komplikasi glukoma dan katarak, sehingga Mirza harus dirujuk ke Rumah Sakit dr. Kariadi di Semarang," kata PNS yang tinggal Pesalakan Batang ini.

Selama perawatan di Kariadi Semarang, Mirza menjalani tindakan pembedahan laser dan harus dirawat selama 5 hari juga. Pasca pembedahan ternyata kondisinya tidak membaik juga, akhirnya Mirza pun harus  dirujuk ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.

“Dokter bilang kalau tidak segera dioperasi, akan mengakibatkan kebutaan permanen,” ujar Eni sedih.

Tanpa berpikir panjang demi sang buah hati semata wayang, akhirnya Eni dan sang anak pergi berobat ke Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Selama perawatan di Bandung, Mirza Menjalani operasi sebanyak 3 kali dalam kurun waktu satu tahun.

Operasi pertama dilakukan pada awal bulan Juli 2018 membuat lubang pada iris untuk mengalirkan air mata kanan. Kemudian operasi kedua dilakukan pada bulan September 2018 operasi yaitu trabeculektomi  membuat lubang pada kiri mata, dan yang operasi yang terakhir adalah pada Desember 2018. Pasca operasi tersebut kondisi mata Mirza mulai membaik.

"Yang sebelumnya kondisi mata sangat peka terhadap cahaya terang, sekarang sudah normal kembali. Dulu semua ruangan harus tertutup, harus pakai kaca mata hitam, kalau tidak, bisa mual dan pusing melihat cahaya,” ungkap Eni.

Eni pun sangat bersyukur selama berobat anaknya mendapatkan keringanan biaya, bahkan untuk pengobatan jangka panjang. Selama berobat pun perlakuan yang didapat tidak berbeda dengan pasien umum lainnya.

“Saya tidak tahu ceritanya kalau tidak ada JKN-KIS, mau jual apa karena bolak-balik operasi butuh biaya besar. Sekarang alhamdulillah sudah normal kembali, bisa melihat cahaya terang kembali,” kata Eni.(ma/ey)