31 Jul 2019
  |  
Dilihat : 8965 kali

Bayar Iuran Itu Gampang, Kenapa Masih Alasan Susah?

Narasumber : Titin - PBPU

Sidoarjo, Jamkesnews – Guru terbaik adalah pengalaman, hal tersebutlah yang diyakini oleh Titin, salah satu Peserta JKN-KIS di Kabupaten Sidoarjo. Titin menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014. Sejak awal menjadi peserta, Titin termasuk jarang menggunakan JKN-KIS nya untuk berobat ke fasilitas kesehatan  BPJS Kesehatan.

Titin selalu menjaga pola hidup sehat dengan rutin menjaga pola makannya dan banyak melakukan aktifitas ringan sebagai pengganti olah raga.

“Saya memang sangat menjaga sekali, karena saya tidak mau ke dokter. Kenapa saya tidak mau ke dokter? Karena saya tidak mau minum obat-obatan yang bersifat kimia. Kalaupun harus ke dokter, saya selalu tanya makanan atau hal apa yang pantang saya lakukan?” jelas wanita berusia 56 tahun ini.

Selain itu Titin juga beranggapan biarlah iuran yang selama ini ia bayarkan digunakan oleh peserta lain yang sedang sakit. “Kan kalau saya tidak pakai, berati iuran saya dipakai orang lain yang sakit kan? Tidak apa-apa, semoga saya selalu sehat,” tambah Titin.

Titin menyatakan guru terbaik adalah pengalaman karena sebagai seorang ibu rumah tangga yang aktif di beberapa pengajian, dirinya sering mendengar pengalaman dari teman-teman yang menggunakan KIS untuk berobat. Tak jarang ia juga mendengar cerita-cerita ketika menggunakan KIS untuk berobat. “Ada yang bilang ditolak, kartu tidak bisa digunakan. Tapi setelah saya dengar lagi ceritanya, ternyata karena memang iurannya belum dibayar. Ya jelas aja tidak bisa wong belum bayar,” cerita Titin sambil tertawa.

Untuk itu dirinya bertekad selalu membayar iuran tepat waktu, agar jika nanti suatu saat dirinya membutuhkan jaminan kesehatan, dapat langsung digunakan tanpa kendala.

“Saya juga cerewet ke anak saya, agar jangan lupa bayar iuran JKN-KIS,” kata Titin.

Tidak hanya itu, Titin juga membantu beberapa temannya untuk membayar iuran JKN-KIS di kanal pembayaran terdekat. Rata-rata yang Titin bantu adalah teman atau kerabat yang sudah berusia lanjut atau yang tidak seberapa mengenal teknologi.

“Ya saya bantu, wong bayar di swalayan bisa kok. Bayar iuran itu gampang, kenapa masih alasan susah?” tutup Titin. (ar/rn)