12 Jul 2019
  |  
Dilihat : 7552 kali

Jadi Peserta JKN – KIS, Sehat itu Beramal

Narasumber : Siti Djaenab

Surabaya, Jamkesnews – Gencarnya sosialisasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan mulai memberikan kesadaran mengenai pentingnya program JKN – KIS bagi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga terhadap risiko penyakit yang datangnya tidak diketahui. Sosialisasi yang dilakukan juga  mengingatkan bahwa dengan menjadi peserta program JKN-KIS sama juga dengan bersedekah untuk membantu peserta lain yang sakit melalui iuran yang dibayarkan.

Siti Djaenab yang hadir dalam sosialisasi BPJS Kesehatan dengan anggota Muslimat NU di Surabaya beberapa waktu lalu termasuk masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Ia mengungkapkan bahwa selama ini dirinya belum menjadi peserta JKN-KIS  karena ia merasa dirinya selalu sehat.

“Keluarga saya selalu menyarankan saya dan suami saya daftar jadi peserta JKN-KIS, tapi saya belum merasa perlu,” terang Siti.

Namun dalam kesempatan sosialisasi waktu itu, karena dijelaskan bahwa dengan ikut menjadi peserta program JKN - KIS berarti kita bersedekah dan membantu peserta yang lain, dan terutama ia sadar bahwa jaminan kesehatan sangat perlu karena sakit bisa datang kapan saja, apalagi saat ini biaya berobat sangat mahal, akhirnya pendirian Siti berubah dan ia mendaftar menjadi peserta program JKN – KIS untuk segmen peserta perorangan kelas 1.

“Setelah saya tau kalau sistem di BPJS Kesehatan itu adalah gotong royong dan sedekah, maka saya sekarang ikut JKN-KIS,” terang Siti.

Keikutsertaan menjadi peserta program JKN - KIS ini, masih menurut Siti selain berfikir soal kalau sakit, tetapi benar-benar karena sistemnya yang membuat orang bisa bersedekah dan membantu sesama.

“Jujur, saya ikut BPJS Kesehatan ini selain karena untuk jaga-jaga kalau saya sakit, saya juga insyaallah ingin  sedekah dan niat beramal itulah yang membuat saya daftar JKN-KIS,” terang Siti.

Prinsip gotong royong dalam kepesertaan JKN-KIS, dimana yang sehat membantu yang sakit ternyata cukup banyak menggugah kesadaran masyarakat.

“Semoga iuran saya bisa ikut membantu, tidak banyak tapi rasanya senang bisa bermanfaat untuk banyak orang,” tutup Siti. (ar/ws)