12 Jun 2019
  |  
Dilihat : 25567 kali

Demam Berdarah Bisa Sembuh Tanpa Biaya

Narasumber : Erni Darus (Ibu Tata Selena)

Pasuruan, Jamkesnews - Nasib tak bisa dipungkiri tatkala Tata Selena (8) terserang gejala demam berdarah. Bocah yang duduk di kelas 2 SD ini sempat mengalami demam tinggi sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Gempol-Pasuruan. Ditemui jelang kepulangan dari rumah sakit, sang Ibu lantas bercerita mengenai kronologis sakit sang anak.

“Awalnya gak ada curiga kalau anak saya terkena demam berdarah. Saya pikir demam biasa karena keluhnya hanya sakit panas. Sampai akhirnya saya khawatir saat tahu demamnya tak kunjung turun. Melihat kondisi itu, saya bawa dia ke Puskesmas,” ujar Erni, sapaan ibu Selena.

Selama di Puskesmas, Selena mendapat penanganan intensif. Menurut sang ibu, anaknya dilayani begitu baik meskipun bukan dari pasien umum. Erni menerangkan jika ia mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) demi kesembuhan sang anak. Erni dan Selena merupakan peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk kelas III. Mereka terdaftar sejak 2017 silam.

“Selama di Puskesmas, anak saya dilayani begitu baik. Berbagai obat juga diberikan untuk kesembuhannya meskipun kami datang sebagai peserta BPJS Kesehatan,” terangnya.

Hingga suatu ketika, trombosit Selena mengalami penurunan. Pihak Puskesmas lantas memberikan rujukan ke rumah sakit Asih Abyakta-Pasuruan guna mendapat penanganan lebih lanjut. Rumah sakit tersebut dipilih karena jaraknya yang berdekatan dengan Puskesmas sehingga mempercepat pasien memperoleh penanganan.

“Dua hari di rumah sakit, trombosit anak saya turun kata dokter. Awalnya saya gak percaya karena kondisi anak saya seperti stabil gak ada masalah. Setelah dilakukan pengecekan lagi, dokter langsung memberikan rujukan ke rumah sakit. Alhamdulillah, proses rujukan mudah karena bantuan kendaraan dari Puskesmas,” imbuhnya.

Setibanya di rumah sakit, Selena langsung ditangani oleh petugas. Menurut Erni, tak butuh waktu lama untuk sang anak menerima kamar sesuai haknya. Dua hari di rumah sakit membuat kondisi Selena berangsur baik. Trombosit yang sebelumnya turun kini meningkat perlahan-lahan. Erni mengungkapkan jika ia puas dengan pelayanan yang diterima anaknya. Tak ada keruwetan seperti yang ia dengar di luaran sana. Erni juga berharap kenyataan yang ia rasakan selama menggunakan KIS turut dirasakan oleh banyak orang.

“Di rumah sakit, kondisi anak saya terus membaik dan trombositnya juga ikut naik. Bersyukur karena pelayanan di sini begitu nyaman. Banyak orang bilang jika menggunakan BPJS Kesehatan akan ada perbedaan dengan yang tak menggunakan, tapi nyatanya tidak. Saya lihat banyak kemudahan bagi anak saya selama dirawat di sini. Tak ada biaya yang ditagihkan sebanyak apapun penanganan medisnya. Saya berharap kemudahan yang saya rasakan juga dirasakan oleh banyak orang. Program ini harus terus jalan karena bisa memberi ketenangan,” pungkasnya. (ar/vn)