31 Mei 2019
  |  
Dilihat : 66 kali

Jadi Peserta JKN-KIS Banyak Manfaat dan Tidak Ada Ruginya

Narasumber : Ach.Fauzi

Pamekasan – Sebagai seorang Kepala Keluarga, sudah menjadi kewajiban bagi Achmad Fauzi untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Warga Karang Penang Kabupaten Sampang yang saat ini bekerja di salah satu Perusahaan Swasta di Pamekasan itu pun menyadari, bahwa saat ini kebutuhan untuk mencapai taraf hidup yang layak bukan hanya dengan pemenuhan kebutuhan pokok sandang, pangan, papan, namun juga jaminan atas kesehatan yang memadahi.

Perlu diketahui, setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerja dan keluarganya kedalam Program JKN-KIS sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk itulah, sejak bekerja sebagai Pekerja Penerima Upah pada Tahun 2014, dirinya secara sukarela menyisihkan penghasilannya dipotong untuk terdaftar kedalam Program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sebagai proteksi terhadap kemungkinan sakit dan keperluan pelayanan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya. 

Pria dua anak yang kesehariannya disapa Bowo tersebut menuturkan, banyak manfaat yang diperoleh sebagai Peserta JKN-KIS.

“Keluarga saya sudah dua kali memanfaatkan fasilitas kepesertaan JKN-KIS. Pertama ketika istri saya melahirkan anak kedua, kemudian ketika anak saya sakit dan harus menjalani rawat inap di Puskesmas, Alhamdulillah semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pokoknya kalau menjadi Peserta JKN-KIS ini banyak manfaat dan tidak ada ruginya,” ujarnya.

Menurut Fauzi, jika seseorang telah terserang suatu penyakit, maka bukan hanya kondisi kesehatan yang menurun tetapi juga kondisi finansial yang juga akan terganggu mengingat biaya pelayanan kesehatan yang semakin tinggi setiap harinya. Namun, dengan menjadi peserta JKN-KIS, dirinya hanya perlu menyisihkan satu persen dari penghasilannya untuk mendapat pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi ke empat anggota keluarganya.

Saat ditanya mengenai prosedur pelayanan kesehatan, Fauzi menuturkan bahwa pelayanan kesehatan pada era JKN-KIS ini sudah baik.

“Pelayanan di fasilitas kesehatan menurut saya sudah baik, yang penting peserta mengikuti semua prosedur dan ketentuan yang berlaku, kalau harus antri di fasilitas kesehatan memang wajar karena masyarakat yang ingin berobat juga banyak,” pungkasnya. (ar/tw)