23 Mei 2019
  |  
Dilihat : 44391 kali

JKN-KIS Jadi Penenang Saat Penyakit Datang

Narasumber : Lilis Indriyani, 36 Tahun

Pasuruan, Jamkesnews - Alih-alih menambah momongan, Lilis Indriyani (36) dibuat terkejut dengan kondisi sang jabang bayi di kandungan. Duka langsung menyelimuti Lilis tatkala ia mengetahui kondisi calon buah hati yang tak lagi berkembang. Vonis tersebut ia terima setelah beberapa kali memeriksakannya ke dokter sekitar.

“Kebetulan beberapa minggu ini saya dan suami rutin memeriksakan kandungan. Ada rasa sakit yang terus saya rasakan. Setelah beberapa hari menjalani penanganan, ternyata kabar buruk yang kami dapatkan. Calon anak kami mengalami kelainan. Lantas dokter menyarankan kami melakukan kuret untuk mencegah infeksi sekitar kandungan,” ujar Lilis.

Lebih lanjut, Lilis menceritakan jika ia sempat mengalami pendarahan selama 5 hari. Belum lagi keluar flek yang membuatnya takut akan kondisi janinnya saat itu. Berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS), ia mantap memeriksakan kondisi janinnya. Selama menjalani perawatan, ia memilih dr. Moch. Haris (Pasuruan) sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertamanya. Lilis mengungkapkan jika tak ada biaya yang ditagihkan selama ia di sana.

“Saat tahu gejala itu muncul kami sangat panik. Suami lantas membawa saya ke Dokter Haris. Waktu itu belum ada persiapan biaya karena semua juga tiba-tiba. Saya bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta KIS sebelumnya. Setidaknya kami tenang karena ada penjamin kesehatan,” ungkap ibu 3 anak ini.

Karena indikasi medis, Lilis akhirnya dirujuk sang dokter ke Rumah Sakit Islam (RSI) Masyithoh-Pasuruan. Menurutnya, sang dokter berharap ada penanganan yang lebih intensif untuk dirinya. Selama di rumah sakit, Lilis dilayani dengan baik. Tak ada diskriminasi meskipun ia datang sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Karena dokter ingin saya lekas kuret, beliau memberi rujukan ke Masyithoh. Tak menunggu lama, suami langsung mengantar saya ke sana. Tiba di sini, saya diarahkan ke UGD. Petugas di sini langsung tanggap menangani. Sekarang saya tinggal menunggu waktu untuk proses kuret. Dokter menganjurkan saya berpuasa 6 jam terlebih dahulu,” terangnya.

Secara keseluruhan Lilis merasa puas dengan kebaikan program JKN-KIS. Apalagi selama ia menjalani pengobatan, tak ada kesulitan yang ia temukan. Lilis merasa jaminan kesehatan amat penting baginya. Hal itu tercermin dari keadaan yang mendesak dirinya untuk lekas jalani pengobatan di fasilitas kesehatan. “Bagi saya, KIS ini sangat membantu. Seperti kondisi saya yang tiba-tiba pendarahan, jadi tenang untuk cari pengobatan. Kalau suruh bayar pun kami belum ada persiapan. Saya harap program ini bisa terus berjalan dan banyak orang yang paham bahwa JKN-KIS sumber ketenangan di saat penyakit datang,” pungkas Lilis. (ar/vn)