15 Mei 2019
  |  
Dilihat : 13 kali

Bupati Nias Utara: Setiap Orang Berhak Terlindungi Jaminan Kesehatan

Narasumber : M Ingati Nazara - Bupati Nias Utara

Nias Utara, Jamkesnews - Lahirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah membuka akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Sistem gotong royong yang menjadi slogan program ini, menitipkan pesan agar masyarakat yang sehat menolong yang sakit dan yang mampu menolong yang tidak mampu. Pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, juga disampaikan oleh Bupati Nias Utara, M. Ingati Nazara. Kepada tim Jamkesnews, ia menyampaikan bahwa setiap orang harus sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

“Memiliki jaminan kesehatan merupakan keputusan bijaksana yang harus diambil oleh setiap orang. Sebab tak seorangpun tahu kapan dan dimana dirinya jatuh sakit. Disisi lain, biaya berobat terbilang mahal, apalagi untuk penyakit kronis. Karena itulah, setiap orang wajib memiliki jaminan kesehatan,” ujarnya kepada tim pada Rabu (08/05).

Bupati Nias Utara mengatakan, Program JKN-KIS ini hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Dengan menjadi peserta JKN-KIS, masyarakat memiliki akses yang luas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Jika selama ini belum ada sebuah sistem jaminan kesehatan yang bersifat sosial, maka dengan hadirnya Program JKN-KIS, setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki jaminan kesehatan,” kata Ingati.

Hingga April 2019 tercatat 146.656 jiwa penduduk Kabupaten Nias Utara atau 97% dari jumlah penduduk telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Dengan terdaftarnya 97% penduduk menjadi peserta, maka Kabupaten Nias Utara telah mencapai Universal Health Coverage (UHC).

"Bahkan capaian UHC ini telah dicapai sejak tahun 2017 dan telah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI atas capaian tersebut. Di tahun ini, kami telah mengalokasikan dana sebesar 1,5 miliar rupiah untuk jaminan kesehatan masyarakat yang tidak mampu menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PBI APBD Kabupaten. Tentunya hal ini merupakan wujud kepedulian kami kepada masayarakat yang tidak mampu agar memiliki perlindungan kesehatan, serta sebagai wujud dukungan kami terhadap keberlangsungan Program JKN-KIS,” lanjut Ingati.

Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan bahwa sejak adanya Program JKN-KIS ini, angka kunjungan di fasilitas kesehatan terus meningkat. Hal ini menunjukkan masyarakat tidak enggan lagi berobat jika sakit. Pemanfaatan upaya promotif dan preventif juga semakin optimal dilaksanakan, sehingga fasilitas kesehatan dapat berkembang.

“Kami berharap agar koordinasi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini, dengan mengintegrasikan Jamkesda ke dalam Program JKN-KIS. Melalui Dinas Kesehatan Nias Utara, kami medorong agar masyarakat yang belum terdaftar atau yang telah terdaftar dari segmen mandiri namun menunggak agar diusulkan menjadi peserta segmen PBI APBN atau APBD Provinsi. Saya tegaskan pula, dengan adanya program ini, bukan berarti kita tidak perlu menjaga pola hidup sehat. Pola hidup sehat harus terus kita jalankan. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” ujarnya. (hf/ty)