09 Mei 2019
  |  
Dilihat : 64993 kali

JKN-KIS tuntaskan penyakit TBC Ludovikus

Narasumber : Ludovikus Besin

Atambua, Jamkesnews -  Kesehatan adalah anugerah dan harta yang tidak ternilai dengan apapun.  Dengan tubuh yang sehat, seseorang dapat mencari harta sebanyak yang diinginkan. Sebaliknya, jika kesehatan tidak dijaga dan jatuh sakit, harta yang banyak sekalipun bisa habis dan lenyap begitu saja untuk pengobatan atau untuk mendapatkan kesehatan itu kembali.

Salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Ludovikus Besin (48), yang sehari – hari bekerja sebagai pegawai swasta di Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan peserta JKN-KIS dari segmen pekerja penerima upah (PP), juga merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini.

Saat ditemui tim jamkesnews di kediamannya Senin (29/4), Ludovikus mencaritakan pengalamannya saat menggunakan Kartu JKN-KIS,.

“saya pernah masuk rumah sakit pada  tahun 2016 silam, awalnya saya sering batuk – batuk hingga dada saya terasa sakit sekali, saya juga meriang dan merasa dingin di bagian pundak saya saat sore hingga malam hari selama seminggu, hingga suatu pagi saya sudah tidak tahan dan istri saya menganjurkan untuk memeriksakan  diri saya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, saya diperiksa  dan setelah itu dokter menganjurkan untuk langsung di rawat inap di rumah sakit. Saya juga di rontgen dan dokter bilang saya sakit TBC dan komplikasi, ada sakit infeksi  usus  dan tipes  juga,” ungkapnya.

Ludovikus di rawat di rumah sakit selama 8 hari dan menghabiskan infus sebanyak 13 botol.

“Setelah keluar dari rumah sakit, saya dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan obat paket selama 6 bulan. Selama saya sakit dan mendapat pengobatan di rumah sakit hingga saya keluar, tidak ada biaya yang saya keluarkan, semuanya gratis.  Begitupun selama mendapatkan obat TBC di puskesmas, tidak ada uang yang saya keluarkan selama saya sakit sampai saya sembuh dari penyakit TBC saya,” ujar Ludovikus.

Ludovikus menambahkan bahwa ia sering mendengar ada perbedaan pelayanan terhadap peserta JKN-KIS dengan pasien umum dirumah sakit tapi sekali lagi ia bersyukur karena selama ia berobat Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan pasien JKN-KIS di rumah sakit.

“Tidak ada perbedaan yang saya rasakan, paling bedanya hanya ruangan dan fasilitas saja karena perbedaan kelas rawat, selebihnya pelayanannya sangat baik sekali,” tambahnya.

Di akhir cerita tak lupa Ludovikus berterima kasih untuk program pemerintah ini yang telah banyak membantu masyarakat dalam bidang kesehatan dan berharap JKN-KIS dapat terus membantu seluruh masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat miskin khususnya. (ay/RR)