09 Mei 2019
  |  
Dilihat : 39584 kali

JKN-KIS Juga Solusi Untuk Kelahiran Buah Hati

Narasumber : Luqman Al-Hakim (24), Suami Findria Rifani

Probolinggo, Jamkesnews - Luqman Al-Hakim (24), warga Banjar Sari-Probolinggo punya kisah sendiri ketika menggunakan fasilitas JKN-KIS. Dirinya bercerita sempat pontang-panting melihat kondisi istrinya yang menjelang melahirkan, lantas membawa istrinya ke Puskesmas Curahtulis.

“Kejadiannya sekitar jam 10 malam air ketuban istri saya pecah. Tanpa pikir panjang, saya langsung bawa istri ke Puskesmas terdekat. Terus terang persiapan biaya kami minim, kami hanya percaya dengan kartu yang diberikan pemerintah (Kartu Indonesia Sehat.red),” ujar Luqman, sapaan akrabnya.

Setibanya di Puskesmas, sang istri langsung mendapatkan penanganan. Segala tindakan medis yang terkait langsung diberikan kepada wanita bernama Findria Rifani ini. Hingga suatu ketika dokter memberikan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas-Probolinggo melihat perkembangan medisnya kala itu. Luqman menceritakan, jika rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit begitu mudah. Bersama sang istri, mereka difasilitasi mobil ambulance untuk melakukan kepindahan. Yang menggembirakan, tak ada biaya yang harus ditagihkan menurut Luqman.

“Sampai Puskesmas, istri saya merintih kesakitan. Saya lihat tenaga medis cepat menanganinya. Saat itu juga saya lega. Saya sempat khawatir dengan jumlah tenaga medis yang ada karena kami datang larut malam. Setelah menjalani penanganan beberapa saat, pihak Puskesmas memberi rujukan istri ke rumah sakit. Dokter menyampaikan jika istri saya harus lekas menerima perawatan lebih lengkap. Saya pasrah dengan keputusan dokter saat itu. Saya hanya berharap yang terbaik untuk istri dan calon anak saya. Selama perpindahan, kami difasilitasi ambulance menuju rumah sakit. Saya senang dengan kebaikan Puskesmas. Kami tak lagi pusing memikirkan tumpangan,” ungkapnya.

Luqman menambahkan jika pelayanan yang ia terima di rumah sakit sama baiknya dengan yang ia terima di Puskesmas. Istrinya lantas menerima penanganan intensif sesampainya di rumah sakit. Setelah menunggu beberapa waktu di Unit Gawat Darurat (UGD), Findria lantas diarahkan ke ruang perawatan. Menurut Luqman, pelayanan yang diterima telah sesuai dengan hak sang istri. KIS yang ia modalkan benar-benar memberikan kemudahan.

“Sampai rumah sakit, istri saya langsung dibawa ke UGD. Di sana hanya beberapa saat sebelum akhirnya mendapat kamar perawatan. Sekarang kami tinggal menunggu anak kami lahir. Semoga yang terbaik untuk anak dan istri saya. Rasanya senang sekali semua bisa mudah seperti ini. Apalagi gak ada biaya yang ditagihkan dari Puskesmas hingga di sini. Kartu yang kami andalkan nyata membantu kami,” tambahnya. (ar/vn)