30 Apr 2019
  |  
Dilihat : 87453 kali

JKN-KIS Tumbuhkan Harapan Abdul Bersama Sang Ibu

Narasumber : Abdul Ghoni (28), Putra Ibu Suparmi

Pasuruan, Jamkesnews - Suparmi (49) adalah satu dari sekian banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menderita penyakit jantung. Sudah 4 tahun lebih ia menjalani perawatan di rumah sakit. Menurut penuturan anaknya, Suparmi mengeluhkan sakit jantung sejak 2012 lalu. Sang anak mengaku sulit merujuk ibunya ke rumah sakit lantaran tak cukup biaya. Beruntung pemerintah memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS) lewat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sejak saat itu, program tersebut jadi andalan Suparmi dan keluarga di kala sakit.

“Ibu sudah lama sakit jantung. Kalau diingat, sudah 4 tahun berjalan ini. Dulu kesusahan sekali kalau ingin rawat ibu di rumah sakit. Selalu soal biaya yang kami takutkan apalagi penyakit ibu tergolong kronis. Alhamdulillah, ada bantuan pemerintah untuk berobat gratis. Sejak 2014, kami tak lagi khawatir kalau mau berobat di rumah sakit,” tutur Abdul Ghoni, putra Suparmi.

Sang anak menambahkan jika sang ibu telah 2 kali merasakan pelayanan rumah sakit berbeda. Awal perawatan, Suparmi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil. Rumah sakit tersebut menjadi yang terlama karena sampai 4 tahun Suparmi dirujuk ke sana. Awal tahun 2019, penyakit Suparmi kembali kambuh dengan kondisi yang begitu lemah. Mengetahui hal tersebut, Abdul, sapaan akrab sang anak bergegas membawa ibunya ke rumah sakit. RSUD Dr. R. Soedarsono-Kota Pasuruan menjadi pilihan karena lokasinya yang berdekatan dengan asal rumah. Abdul dan Suparmi sendiri merupakan warga asal Lekok-Pasuruan. Dari 2 rumah sakit tersebut, Abdul merasa puas dengan layanan yang diberikan. Menurutnya, tak ada kesulitan yang didapat selama ibunya dirawat.

“Di sini menjadi rumah sakit kedua ibu saya setelah sebelumnya pernah di RSUD Bangil. Kurang lebih 4 tahunan ibu saya di sana. Sempat beberapa bulan membaik tapi awal tahun kemarin kambuh lagi. Saat itu kondisi ibu saya sangat lemah. Saya pilih rumah sakit terdekat agar ibu saya cepat tertolong. Kebetulan ada rumah sakit ini (RSUD Dr. R. Soedarsono). Sampai rumah sakit, ibu saya dibawa langsung ke UGD (Unit Gawat Darurat). Dari rumah sakit dulu dan sekarang, kami sama-sama dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Hingga kini, Suparmi masih dalam pantauan dokter. Menurut Abdul, sang ibu masih mengeluhkan sesak nafas sehingga memerlukan alat bantu pernafasan. Soal biaya, Abdul bersyukur karena tak lagi terbebani. Ia senang dengan bantuan pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini. Ia berharap program JKN-KIS terus memberikan manfaat kepada masyarakat terlebih untuk yang membutuhkan. Sembari memohon do’a untuk kesembuhan sang ibu, Abdul mengapresiasi kinerja 2 rumah sakit yang telah memberikan kenyamanan.

“Bersyukur beban biaya gak lagi jadi pikiran. KIS benar-benar menolong ibu saya. Kalau ditagihkan mungkin sudah berpuluh juta dan ada sesuatu hal yang kami jual. Saya ingin sekali ibu saya sembuh, saya minta bantuan do’anya. Terima kasih untuk rumah sakit yang sudah merawat ibu saya. Meskipun kami dari peserta BPJS Kesehatan, nyatanya rumah sakit tetap memberi kenyamanan,” terang Abdul.