15 Apr 2019
  |  
Dilihat : 85 kali

JKN-KIS Temani Prayetno Sembuhkan Sang Buah Hati

Narasumber : Prayetno

Curup, Jamkesnews - Prayetno (44) tetap tidak bisa menyembunyikan raut kesedihan di wajahnya walaupun dia sudah berusaha keras untuk tersenyum ramah ketika ditemui Tim Jamkesnews di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Curup, Jumat (12/04). Prayetno merupakan salah satu dari jutaan peserta JKN-KIS yang merasakan besar manfaat dari program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Ia kemudian menceritakan keadaan buah hatinya, Gio Faurino Limo, yang didiagnosa menderita gizi buruk.

“Kata dokter Gio menderita gizi buruk. Hati saya sedih sekali ketika mendengarnya. Memang sewaktu dilahirkan kondisi fisik Gio tidak terlalu baik. Lahirnya juga mungil. Setelah beberapa bulan kita juga heran kenapa tumbuh kembang Gio tidak seperti bayi yang lain. Kulitnya pucat, badannya kurus dan matanya juga tidak terlihat berbinar. Gio juga kesulitan untuk makan. Akhirnya kita ambil inisiatif untuk memeriksakannya dan hasilnya sungguh membuat semua anggota keluarga sedih,” ujarnya.

Pratyeno bercerita bahwa ketiga kakak Gio tumbuh sehat seperti anak normal lainnya. Ketika Gio lahir dengan kondisi seperti sekarang ini membuat Prayetno sekeluarga benar-benar terkejut. Setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Curup, diketahui bahwa kondisi kesehatan Gio memang tidak terlalu baik. Dokter menemukan ada kelainan di jantung milik Gio yang menyebabkan dia merasakan sakit terus-menerus.

“Kalau kata dokter pertumbuhan jantung Gio tidak sempurna. Ada kelainan yang menyebabkan peredaran darahnya tidak berjalan dengan baik. Itu salah satu penyebab kesehatan Gio terus menurun,” tambahnya.

Prayetno juga menambahkan bahwa Dokter di RSUD Curup menyarankan supaya Gio dirujuk ke rumah sakit di Jakarta mengingat belum tersedianya sarana pengobatan untuk Gio di Kota Curup.

“Menurut dokter Gio dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena sarana dan prasarana rumah sakit di Bengkulu dan Palembang belum mengakomodir perawatan untuk Gio. Masalah selanjutnya yang akan kami hadapi adalah biaya akomodasi juga transportasi untuk kami bawa Gio ke Jakarta. Keluarga besar juga sedang mengusahakan biayanya. Bantuan Pemerintah juga sedang diusahakan untuk boleh meringankan beban kami. Semoga banyak pihak yang boleh mengulurkan tangannya untuk membantu kami. Kalau untuk biaya pengobatan Gio, alhamdulillah sudah ada BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Ia juga tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah Rejang Lebong dan juga BPJS Kesehatan.

“Saya nggak tahu harus minta biaya berobat kemana lagi kalau harus bayar umum. Syukurnya sudah didaftarkan sekeluarga menjadi peserta JKN-KIS. Iurannya juga dibayarkan oleh Pemerintah Daerah Rejang Lebong. Rasanya lega sekali mengingat bahwa tidak harus pusing-pusing lagi mencari biaya pengobatan,” ujarnya. (RW/ds)