15 Apr 2019
  |  
Dilihat : 95 kali

Sambut Kelahiran Buah Hati Bersama JKN-KIS

Narasumber : Sutriana

Curup, Jamkesnews - Dina Mardaleni (21) tidak kuasa menyembunyikan senyum bahagianya ketika ditemui Tim Jamkesnews di Rumah Sakit Umum Daerah Curup (RSUD Curup), Kamis (11/04). Ia merupakan seorang peserta JKN-KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan dengan menggunakan dana APBN sejak tahun 2015.

“Alhamdulillah semua proses persalinannya lancar. Syukurlah sejak dapat JKN-KIS, kami sekeluarga tidak pusing-pusing lagi cari biaya untuk pengobatan. Kalau sakit tinggal pergi ke Puskesmas Perumnas Curup. Kalau perlu pengobatan lanjutan, nanti Puskesmas akan memberikan rujukan kemana kami akan mendapatkan pengobatan lanjutan. Ini saya bisa melahirkan di RSUD Curup karena sebelumnya sudah mendapatkan rujukan dari Puskesmas, jadi tinggal datang saja,” ujarnya.

Dina diharuskan menjalani persalinan caesar karena air ketubannya sudah terlanjur pecah dalam waktu yang cukup lama, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan persalinan normal.

“Mungkin karena ini kehamilan pertama, jadi semuanya serba nggak tahu. Itu aja kemarin ketubannya pecah saya tidak sadar. Memang sudah merasakan sakit, tapi kata orang-orang memang hal itu wajar untuk kehamilan pertama. Saya berusaha tenang dan percaya saja. Ternyata memang sudah pecah ketubannya dari kemarin. Untung saja bayinya dan saya selamat. Rasanya bersyukur sekali,” ujarnya.

Menjalani persalinan bersama sang ibu, Sutriana (41), Dina merasakan tenang dan lebih santai. Apalagi, mendapatkan seorang bayi laki-laki yang lucu sungguh memberikan kebahagiaan bagi keluarga Sutriana. 

“Ibu mana yang tidak panik setelah mengetahui anaknya sedang tidak baik-baik saja. Tapi sebagai orang tua saya hanya berusaha menenangkannya sembari menenangkan diri saya sendiri. Saya kan nggak boleh panik. Kalau saya panik gimana lagi dengan anak saya. Tapi saya sangat bersyukur, anak dan cucu saya bisa selamat. Alhamdulillah,” ujar Sutriana.

Sutriana juga mengutarakan rasa haru dan bahagianya menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya sungguh ingin berterima kasih kepada pemerintah dan juga BPJS Kesehatan. Anak dan cucu saya bisa selamat karena keluarga kami telah terdaftar menjadi Peserta JKN-KIS dari segmen PBI. Kalau kemarin persalinannya harus bayar umum, saya nggak tahu lagi apakah anak dan cucu saya bisa selamat. Karena pasti harus mencari biaya operasi dulu. Tapi ini tidak perlu cari biaya sana-sini. Sudah lunas sama BPJS Kesehatan. Rasanya lega sekali, terima kasih,” tutupnya sambil tersenyum. (RW/ds)