15 Apr 2019
  |  
Dilihat : 248 kali

Kalau Berita Diluar Sana Yang Mengatakan Bahwa Peserta JKN-KIS Di Nomor Duakan Semua Itu Tidak Benar

Narasumber : Purbo Hantoro

Manokwari, Jamkesnews - Katarak adalah kondisi dimana lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Gejala seseorang menderita katarak yaitu, pandangan kabur seperti berkabut, warna di sekitar terlihat memudar, rasa silau saat melihat lampu mobil, matahari atau lampu, pandangan ganda, penurunan penglihatan di malam hari, dan sering mengganti ukuran kacamata.

Ketika ditemui oleh Tim Jamkesnews, Senin (15/04) Purbo Hantoro (52) yang berprofesi sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) menceritakan pengalamanya 2 tahun yang lalu ketika ia pernah menderita katarak.

“Awalnya saya merasa mata saya kabur dan berbayang, karena kesulitan untuk beraktivitas saya memilih untuk memeriksakan mata saya. Setelah pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa mata saya terkena katarak dan menganjurkan untuk segera dioperasi agar dapat melihat dengan jelas lagi,” ujar Purbo.

Purbo mengatakan bahwa ketika dianjurkan oleh dokter untuk melakukan operasi, dirinya sama sekali tak khawatir akan biaya operasi karena ia merupakan peserta JKN-KIS.

“Tidak ada kekhawatiran sama sekali mengenai biaya operasi yang akan saya keluarkan, karena saya merupakan peserta JKN-KIS, saya hanya perlu mengikuti alur pelayanan dan prosedur yang sesua,i” ungkap Purbo.

Peserta JKN-KIS dari segemen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) itu, kemudian menjalani operasi katarak berbekal surat rujukan dan kartu JKN-KIS yang dimiliki.

“Saya pun menjalani operasi katarak berbekal surat rujukan dan kartu JKN-KIS dan Alhamdulillah operasi katarak saya berjalan dengan lancar tanpa kendala, serta tidak ada biaya sedikitpun yang dibebankan kepada saya,” tutur Purbo.

Selain itu, Purbo juga mengatakan bahwa pelayanan yang dirinya dapatkan dari tim medis pada saat menjalani operasi katarak sangat baik sekali. Sebagai peserta JKN-KIS, Purbo tidak pernah dibedakan dengan pasien umum yang membayar dengan biaya sendiri.

“Kalau ada berita diluar sana yang mengatakan bahwa sebagai peserta JKN-KIS kita di nomor duakan, semua itu tidak benar. Saya sendiri telah beberapa kali menggunakan kartu JKN-KIS mulai dari sakit biasa hingga harus menjalani operasi, tidak pernah ada masalah dalam pelayanan yang diberikan semua lancar-lancar saja,” ucap Purbo.

Sebelum mengakhiri perbincangannya dengan Tim Jamkesews, Purbo mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas Program JKN-KIS yang dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Terima kasih atas hadirnya Program JKN-KIS kini saya dapat melihat dengan jelas lagi, semoga untuk kedepannya akan semakin banyak lagi manfaat yang diberikan oleh Program JKN-KIS kepada masyarakat,” tutup Purbo (TR/tj).