14 Mar 2019
  |  
Dilihat : 29 kali

JKN-KIS Jadi Ladang Amal

Narasumber : Deswatil asni (24)

Bekasi, Jamkesnews - Sakit dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, tua atau muda, pria-wanita, atau dari golongan berada sampai masyarakat tidak mampu. Biaya pengobatannya pun terkadang tidaklah sedikit. Oleh karena itu fungsi pemerintah dalam mensejahterakan warganya dibidang kesehatan dituntut lebih maksimal dan siap membantu masyarakat yang terkena penyakit. Deswatil Asni (24), seorang wanita karir di salah satu perusahaan di Bekasi mengatakan bahwa dengan adanya Program JKN-KIS, negara terasa hadir bagi masyarakatnya.

“Dengan kita sehat maka pikiran kita jernih dan menebarkan hal positif, namun apabila kita sakit dan masih harus memikirkan biaya berobatnya tentu bukan jadi sembuh tapi bisa lebih sakit menjadi parah bahkan mungkin meninggal,” jelas Deswatil, Selasa (12/03).

Walaupun baru berusia 24 tahun, namun wanita ini mengatakan bahwa sehat adalah prioritas utamanya. Oleh karena itu yang membuat dirinya selalu segar dan sehat. Ia mengatakan bahwa Program JKN-KIS inilah yang membuat jiwa Indonesia yaitu gotong royong bisa terus ada dan diterapkan sampai generasi nanti. Ia mengatakan bahwa ada kerabatnya dulu memandang dirinya hanya buang-buang uang saja dengan mendaftar Program JKN-KIS, namun dirinya menjelaskan bahwa dengan mempunyai jaminan kesehatan tentu kita bisa hidup dengan tenang tanpa harus khawatir apabila terserang penyakit.

“Tentunya tidak ada yang mau sakit namun jaminan kesehatan tetap penting, kerabat saya itu akhirnya mendaftar. Ternyata beberapa bulan kemudian ia terserang jantung hingga pasang ring. Bisa dibayakan, apabila mengeluarkan jaminan pribadi pasti mencapai lebih dari 200 juta rupiah. Tapi karena sudah menjadi peserta JKN-KIS, jadi gratis,” cerita Deswatil.

Asni mengatakan setelah kerabatnya mengetahui bahwa biaya pengobatannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, kerabatnya tersebut sekarang sangat rajin menyosialisasikan manfaat JKN-KIS yang ia rasakan sendiri kepada masyarakat sekitarnya. Menurut Asni pengalaman kerabatnya tersebut membuat dirinya yakin bahwa pemerintah benar-benar hadir untuk masyarakatnya.

“Walaupun saya tidak pernah memakai tentu iuran saya bisa dipakai untuk masyarakat yang sedang sakit sehingga ladang amal saya,” tutup Deswatil. (DA/pm)